Take a fresh look at your lifestyle.

Dana Bantuan Operasional Sekolah di Era Wabah

339

Oleh Dr. Fahrudin Eko Hardiyanto, M.Pd.

Telah berbulan-bulan wabah Korona atau Covid-19 menjadi ujian kemanusiaan bagi dunia. Semua sendi kehidupan terdampak secara luas tak terkecuali dunia pendidikan kita. Sejak diberlakukannya pembelajaran dalam jaringan (daring) sebagian besar lembaga pendidikan mengubah peta strategi dan program dalam kalender pendidikannya secara masif. Sesuatu yang tidak pernah diduga sebelumnya. Perubahan inipun mempengaruhi alokasi dana dalam penyelenggarannya.

 

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dialokasikan oleh pemerintah sebagai bagian dari sumber pendanaan sekolah menjadi penopang terus berlangsungnya layanan pendidikan di seluruh negeri ini. Tanggung jawab negara unuk menghadirkan layanan terbaik dalam pendidikan bagi rakyatnya telah, sedang, dan terus didorong oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berbagai kebijakan strategis dipilih dan diimplementasikan dalam rangka tetap mendukung terselenggaranya pendidikan di saat bangsa ini menghadapi ujian virus Korona yang kian mewabah. Salah satu kebijakan dan keberpihakan pemerintah adalah dalam Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan fleksibilitas dan otonomi kepada para kepala sekolah dalam menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler. Penyesuaian kebijakan ini dikeluarkan dalam rangka mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah sebagai upaya mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Dalam siaran pers pada hari Jumat, 17 April 2020, melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19 Tahun 2020, Kemendikbud memberikan kewenangan kepada para kepala sekolah untuk dapat menggunakan dana BOS Reguler.

 

Kebijakan apa saja yang berubah?. Kepsek memiliki otonomi untuk mengelola dana BOS untuk penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Penggunaan BOS untuk honor tidak lagi dibatasi maksimal 50%, namun bisa lebih. Syarat guru honorer juga dibuat lebih fleksibel, tidak lagi dibatasi untuk guru yang memiliki NUPTK. Namun, guru harus tersebut telah terdaftar di Dapodik sebelum 31 Desember 2019, belum mendapat tunjangan profesi, dan memenuhi beban mengajar. Fleksibilitas alokasi dana BOS untuk honor pendidik tentu dapat menjadi penguat bagi pengabdian para guru honorer baik di sekolah negeri maupun swasta terutama pada situasi yang tak menentu seperti sekarang ini.

 

Penggunaan BOP PAUD dan Kesetaraan dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran dari rumah, seperti penunjang pengadaan paket quota bagi pendidik dan peserta didik atau biaya aplikasi pendidikan, maupun untuk penunjang kebersihan di masa Covid-19, seperti pengadaan disinfektan, masker, dan sarana penunjang kesehatan dalam rangka menangkal penyebaran Covid-19. Namun, sifatnya tidak wajib. Kepala sekolah harus mencermati dan menentukan prioritas penggunaan.

 

Kebijakan Kemendikbud yang tepat ini haruslah dapat direspons dan disikapi secara tepat pula oleh warga sekolah. Kepala sekolah harus dapat mempertimbangkan dan menghitung secara cermat apa saja yang menjadi prioritas untuk menyelenggarakan pembelajaran selama masa darurat ini.
Sikap yang diambil pemerintah ini sekaligus menepis rumor di lingkungan pendidikan bahwa Dana BOS tidak dapat digunakan untuk mendukung honor bagi pendidik.

 

Kemendikbud justru menujukkan kebijakan empatik yakni Dana BOS agar dapat menjadi pula jaring pengaman sosial dilingkungan pendidikan terutama bagi para pendidik melalui alokasi honor yang layak dan sarana pendukung pendidikan bagi peserta didik untuk tetap semangat dan eksis dalam proses pendidikan jarak jauh non-tatap muka ini. Oleh karena itu, tak ada alasan untuk menyurutkan langkah hanya karena musim wabah. Seluruh steakholder mengambil peran sesuai tanggung jawab dan kewenangannya. Tak perlu berkecil hati sebab bangsa ini ada untuk saling empati. Mari turun tangan bukan lagi hanya urun angan-angan.

*) Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Universitas Pekalongan

BERITA LAINNYA