Take a fresh look at your lifestyle.

Cukup Dinamis, Berikut Sederet Rencana Program Kerja DPD HNSI Jateng

TEGAL, smpantura.com – Sederet rencana program kerja akan dibahas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Jawa Tengah, dalam agenda rapat kerja setelah bidang organisasi lengkap.

Ketua DPD HNSI Provinsi Jawa Tengah, H Riswanto menyebutkan, beberapa rencana program lima tahun ke depan yang akan dibahas itu tak lepas dari arahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Salah satunya yakni perbaikan data jumlah nelayan yang ada di seluruh Jawa Tengah. Nantinya, data yang dimiliki HNSI akan dikomparasikan dengan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.

“Dengan kesamaan data itu, harapannya dapat memudahkan beberapa pihak dalam menyalurkan bantuan agar tepat sasaran. Baik dari pemerintah daerah maupun pusat,” jelasnya.

Ditambahkan H Riswanto, melalui sinergitas antar jajaran, DPD HNSI Jateng menyatakan siap untuk pro aktif dalam menginventarisir permasalahan dan harapan nelayan. Baik nelayan kecil, menengah maupun besar.

Adapun program jangka pendek yang akan dilakukan DPD HNSI Jateng yakni berkaitan dengan kebijakan pemerintah, mengenai PP 85 yang pada awal tahun 2023 akan diberlakukan sistem pasca produksi.

“Salah satu poin yang menjadi isu perbincangan pelaku usaha perikanan tangkap adalah besaran indeksnya,” ucap Riswanto.

Sementara, beberapa permasalahan di daerah juga menjadi perhatian pihaknya, yakni seperti pendangkalan sungai, kelangkaan BBM subsidi jenis premium yang masih digunakan untuk kapal ukuran di bawah 5 grosston (GT).

Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Cilacap. Melalui DPC HNSI, dilaporkan bahwa BBM premium subsidi yang selama ini menjadi kebutuhan nelayan mulai langka, dan harus membeli BBM non subsidi seperti pertalite.

“Info yang kami terima pun para nelayan masih susah mendapatkannya,” tandas Riswanto.

Selain itu, program yang tak kalah penting dalam rencana program DPD HNSI Jateng yakni mengenai isu penanganan sampah sisa aktivitas perikanan. Nantinya, penanganan sampah akan didahului di Kota Tegal yang telah bekerja sama dengan Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia.

Besar harapannya, kerja sama tersebut dapat mengubah pola kebiasaan para pelaku usaha perikanan dalam mengelola sampah.

“Karena bagaimanapun juga, jika tata kelola sampah dapat dilakukan dengan baik. Maka imbasnya juga akan dirasakan bersama. Kita dorong dari Kota Bahari dulu dan kemudian merambah ke daerah lain di Jateng,” tutupnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA