Take a fresh look at your lifestyle.

Coba Bunuh Diri Saat Ditangkap, Tersangka Pembunuh Istri Akhinya Meninggal

SLAWI,smpantura.com- Trisno alias Slamet (36) terduga pelaku pembunuhan terhadap Masrukha (34) istrinya di Desa Dukuhjati Wetan,Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal akhirnya berhasil ditemukan polisi. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan setelah mencoba bunuh diri menggunakan pisau.
Trisno ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran selama lima hari di wilayah hutan Karangmalang, Wotgalih dan Warureja. HIngga pada Kamis (25/11) pukul 21.00, Tim Opsnal dan anggota Reskrim Polres Tegal dibawah pimpinan AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda mendapat infomasi bahwa tersangka sudah keluar dari hutan menuju pemukiman.
Dalam pelariannya, tersangka sempat mengambil sepeda kayuh milik Dayat, warga Desa Balamoa-Pangkah dan pergi ke arah Lebaksiu.
Dari infomasi yang diterima polisi, malam itu Trisno berada di rumah temannya yang bernama Ijong di Desa Lebaksiu Kidul RT 01 RW 02 Kecamatan Lebaksiu.
Saat hendak ditangkap, Trisno justru mencoba bunuh diri di dalam kamar mandi dengan menggunakan pisau yang digunakan untuk membunuh istrinya pada Minggu (21/11). Tersangka yang mengalami luka di bagian leher dan dada dibawa polisi ke RSUD dr Soeselo Slawi. Sempat mendapat perawatan medis, pada Jumat (26/11) pagi, Trisno meninggal dunia.
Wakil Direktur RSUD dr Soeselo Slawi, dr Titis Cahyaningsih menyampaikan, Trisno tiba di rumah sakit pada Jumat (26/11) dini hari sekita pukul 02.00 dalam keadaan penurunan kesadaran.
“Kemudian setelah diperiksa lebih lanjut oleh dokter jaga , di tubuh Trisno terdapat luka di leher dan dada,”jelas Titis saat ditemui Jumat (26/11) pagi.
Selain itu, pasien tersebut dalam kondisi syok , mengalami penurunan tekanan darah dan penurunan kesadaran. Hasil pemeriksaan lebih lanjut diketahui ada luka di bagian dada yang mengenai saluran pernapasan dan melukai paru-paru, sehingga terjadi perdarahan di rongga dada.
Menurut Titis, dokter bedah rumah sakit sudah melakukan tindakan mengeluarkan darah. Namun, keadaan pasien tak kunjung membaik.
“Kami sudah melakukan upaya-upaya sesuai standar medis. Namun, pada pukul 08.10 pasien meninggal,”jelas Titis.
Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at dalam konferensi pers di Mapolres Tegal Jumat (26/11) siang menegaskan, tersangka Trisno berusaha bunuh diri dengan menusuk dirinya sendiri menggunakan pisau yang dibawanya. Di tubuh korban terdapat luka tusuk di leher dan dada.
Mengenai motif tersangka membunuh istrinya, Kapolres menyebutkan, dikarenakan sakit hati karena rumah tangga dalam proses perceraian.
”Tersangka merasa keberatan untuk bercerai namun korban bersikeras bercerai sehingga tersangka selalu mengancam untuk membunuh korban,”jelasnya.
Masrukha yang diantarkan kakaknya, Munaseh (37) pada hari itu datang ke rumah orangtua suaminya di Desa Dukuhjati Wetan RT 11 RW 06 untuk mengembalikan anak hasil perkawinannya dengan Trisno.
Sesampai di rumah tesebut, anaknya menangis minta dibelikan jajan di sebuah warung dekat rumah tersangka.
Setelah Masukha dan anaknya selesai belanja, Trisno mendatangi istrinya dan menghadang di gang keci. Sempat cek cok mulut hingga tiba-tiba tersangka langsung menusuk wanita yang merupakan waga Desa Bulakwaru RT 02 RW 03 di bagian leher dan dada di depan anak mereka yang masih berusia 4 tahun.
Sebelumnya Trisno bakal dikenai pasal 340 KUHP tentang pembunuhan, pasal 338 KUHP dan pasal 44 ayat (3) UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tanggal. Namun , karena tersangka meninggal dunia, maka berdasarkan pasal 77 KUHP bahwa hak menuntut gugur (tidal berlaku lagi). (T04-Red)

BERITA LAINNYA