Take a fresh look at your lifestyle.

Cegah Korona, SMA 1 Slawi Buat Disinfektan Untuk Semprot Ruangan Kelas

198

 

<B>SLAWI<P>- Sejumlah sekolah di Kabupaten Tegal melakukan penyemprotan disinfektan  guna mencegah penyebaran penyebaran virus Korona.  Penyemprotan antara lain dilakukan di seluruh ruang kelas, ruang guru, aula dan tempat ibadah.

SMA 1 Slawi, Kabupaten Tegal merupakan salah satu sekolah yang telah melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah. Penyemprotan dilakukan pada Senin (16/3) lalu atau sejak diberlakukan  aturan belajar mandiri di rumah pada siswa.

Uniknya, para guru di sekolah tersebut membuat cairan disinfektan sendiri. Pembuatan cairan disinfektan ini diprakarsai dan dipandu oleh dokter Alexander Sastrawan, yang  merupakan alumni SMA 1 Slawi tahun 2002.

Kepala SMA 1 Slawi melalui Waka Sarpras Giriyanto mengatakan, pembuatan disinfektan ini sangat membantu sekolah dan warga. Pasalnya, saat ini cairan disinfektan buatan pabrikan sudah sulit diperoleh. Kalaupun ada, harganya sudah melambung tinggi berkali lipat dari harga biasanya.

Pembuatan disinfektan dilakukan di aula sekolah. Sekolah menyiapkan tandon air plastik, air bersih yang sudah difilter dan biang/bibit disinfektan.

“Untuk setiap 100 mililiter biang disinfektan dicampur dengan 100 liter air bersih. Kami membuat 300 liter air, jadi butuh 300 mililiter biang,”jelas Giriyanto, kemarin.

Pembuatan disinfektan sangat sederhana. Cairan biang disinfektan cukup dicampur air yang sudah disimpan di dalam tandon air. Selanjutnya diaduk dan bisa langsung digunakan untuk penyemprotan ruangan.

Giriyanto menyebutkan, cairan ini bisa juga dipakai untuk pembersih tangan. Untuk mendapatkan busa dan aroma, bisa dicampur dengan sabun atau cairan pencuci piring.

“Biasanya masyarakat  kurang puas kalau tidak ada busanya. Bisa dicampur dengan sabun untuk menghasilkan busa,”jelasnya.

Penyemprotan ruangan sekolah, kata Giri , dilakukan oleh pegawai Tata Usaha. Sekolah telah membeli alat semprot dan filter.

Tak hanya digunakan menyemprot sekolah, cairan disinfektan yang telah dibuat juga dibagikan ke  masyarakat. Hal ini seperti yang diharapkan Dokter Alexander, bahwa pembuatan cairan disinfektan  dapat digunakan untuk tujuan sosial.

“Selain disemprot di sekolah, juga dibagikan ke guru dan masyarakat untuk menyemprot lingkungan tempat tinggalnya.

Dokter yang biasa disapa Alex ini mengatakan, saat ini masyarakat  harus tenang menghadapi wabah virus Korona, dan tetap melaksanakan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Alumni Univesitas Tarumanagara ini menyebutkan,  cairan disinfektan ini dapat diperoleh dengan harga cukup murah. Hanya Rp 1.000 per liter. Jauh berbeda dengan harga cairan penangkal virus yang ada di pasaran.

Alex menyebutkan, selain mengajarkan pembuatan disinfektan kepada warga sekolah almamaternya , di juga mengajarkan ha itu ke sejumlah tempat yang membutuhkan. Termasuk ke tempat-tempat ibadah. Ditanya mengenai resep disinfektan, Alex mengatakan resep ini merupakan hasil penelitian timnya. (Sari/Red-06)

 

 

BERITA LAINNYA