Take a fresh look at your lifestyle.

Busuk, Belasan Kades di Kabupaten Tegal Tolak Bantuan Sembako Basah

402

SLAWI – Belasan kepala desa (kades) di Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal menolak bantuan sembako basah yang bersumber dari APBN. Bantuan sembako bagi terdampak Virus Korona (Covid-19) itu, berupa tempe, tahu, sayur buncis, ikan bandeng dan jeruk asem. Pasalnya, sembako tersebut busuk saat dibagikan ke masyarakat.

Bentuk penolakan para kades di Kecamatan Bojong itu, dilakukan dengan pernyataan sikap yang diunggah media sosial. Sedikitnya ada 13 kades di kecamatan itu, yang sepakat menolak bantuan sembako basah.

“Penolakan itu untuk sembako yang berupa tempe, tahu, buncis, telor pecah yang sampai di masyarakat sudah busuk. Masyarakat komplain ke kades dan perangkat desa,” kata Ketua Paguyuban Kades Kecamatan Bojong, Ir Ibnu Efendi, Senin (1/6).

Dikatakan, bantuan sembako dari Pemerintah Pusat membuatnya disalahkan masyarakat, karena saat tiba kondisinya sudah busuk. Bahkan, masyarakat melemparkan sembako yang busuk itu ke kantor balai desa di sejumlah tempat wilayah Bojong. Padahal, desa hanya sebatas menyalurkan ke masyarakat. Sedangkan, pengadaan bantuan non tunai sebesar Rp 200 ribu itu, semuanya berasal dari Pemerintah Pusat.

“Kami yang dibenturkan dengan masyarakat. Kalau bisa bantuan berupa uang atau sembako kering yang tidak mudah busuk,” terangnya.

Menurut dia, dari 17 desa yang ada di Kecamatan Bojong, 13 desa sepakat menolak bantuan sembako basah. Desa-desa tersebut, yakni Tuwel, Rembul, Bojong, Dukuhtengah, Kedawung, Batunya, Gunungjati, Sanganayu, Pucangluwuk, Karangmulya, Danasari, Kalijambu, dan Cikura.

“Sedangkan 4 desa lainnya tidak hadir saat penyataan sikap,” terangnya.

Camat Bojong, Iwan Kurniawan menanggapi penyataan Kades di Kecamatan Bojong. Ia telah berkoordinasi dan klarifikasi terkait dengan pernyataan sikap tersebut. Hasil klarifikasi, bahwa program bantuan tersebut, yakni bantuan non tunai, sehingta tidak bisa disalurkan secara tunai. Pihaknya meminta agar pernyataan sikap tersebut tidak terburu-buru dan disikapi secara bijak, mengingat masyarakat masih banyak yang membutuhkan bantuan tersebut.

“Terkait keluhan dan permasalahannya sedang dilakukan evaluasi terkait teknis penyaluran bantuan yang berupa sembako agar tepat teknis, sasaran dan penyalurannya. Jika masih ada permasalahan bisa dikomunikasikan dengan pihak terkait agar dicarikan solusinya,” katanya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA