Take a fresh look at your lifestyle.

Bupati Tegal Imbau Warga Jaga Jarak Sosial

Cegah Penularan Covid-19

164

SLAWI-Mengurangi risiko penularan infeksi Corona Virus Disease atau Covid-19, Bupati Tegal Umi Azizah mengimbau warganya untuk menjaga jarak sosial. Imbauan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Tegal Nomor 360/1425/Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid-19.

Umi mengungkapkan, pembatasan interaksi sosial atau social distancing dilakukan untuk mencegah warga menghadiri perkumpulan dan menghindari pertemuan yang melibatkan banyak orang.

“Menjaga jarak antar manusia dengan menghindari keramaian ini merupakan salah satu praktik ilmu kesehatan masyarakat. Tujuannya adalah mencegah orang sakit melakukan kontak dalam jarak dekat, minimal dua meter dengan orang lain untuk mengurangi peluang penularan virus,”katanya.

Tidak hanya mengimbau warga untuk mencuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer,Umi juga mengimbau dilakukan rekayasa sosial. Diantaranya, dengan mengganti salam jabat tangan dengan salam lain yang tidak melibatkan sentuhan fisik.

Pemkab Tegal juga telah meliburkan sekolah mulai tingkat TK sampai SMA selama 15 hari, mulai 17 Maret sampai dengan 31 Maret 2020. Dengan belajar dan mengerjakan tugas mandiri di rumah, peluang anak tertular antar teman di sekolah rendah.

“Pengawasan ada di orangtua dan guru . Melalui Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan, saya minta dilakukan visitasi ke rumah-rumah siswa. Memastikan anak belajar dan tidak bepergian ke luar kota atau pun berwisata,” imbuhnya.

Tak cukup itu, Pemkab  Tegal pada tanggal 18 Maret 2020 mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 800/1455/2020 tentang Pelaksanaan Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal.

Surat edaran ini memuat pedoman pelaksanan tugas kedinasan dengan bekerja dari rumah/tempat tinggalnya (work from home) bagi ASN sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemkab Tegal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono mengatakan, pelaksanaan tugas kedinasan di rumah akan diberlakukan mulai 19 Maret sampai dengan 31 Maret 2020, atau sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Sesuai ketentuan, dalam menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja dari rumah/tempat tinggalnya diatur oleh kepala OPD di lingkungan Pemkab Tegal. Kehadiran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator diatur sesuai dengan kebutuhan/kondisi OPD.

Guna menjaga optimalisasi kinerja pegawai, maka sekurang-kurangnya dalam setiap OPD hadir 30 persen dari jumlah keseluruhan dengan jadwal yang diatur oleh kepala OPD.

Untuk presensi, pegawai tidak melaksanakan presensi elektronik . Adapun apel pagi setiap hari Senin sampai dengan Jumat untuk sementara tidak dilaksanakan.

Joko menyebutkan, untuk Dinas Kesehatan, RSUD Dr Soeselo dan RSUD Suradadi serta Puskesmas tetap melaksanakan tugas dalam kondisi siaga dalam melakukan pelayanan kesehatan. “Setiap ASN harus tetap siap pada saat dibutuhkn oleh pimpinan,”tegas Joko.

Joko menyebutkan, pengaturan dan pengawasan sistem kerja di rumah dibagi dalam tiga waktu. Tahap I tanggal 19 sampai dengan 23 Maret 2020, tahap II tanggal 24 sampai dengan 26 Maret 2020 dan tahap III tanggal 27 Maret sampai dengan 31 Maret 2020.

Dalam menghadapi wabah Covid-19 Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan sembilan Rumah Sakit Umum. “Dua RSUD, satu RSI dan enam RS Swasta. Disamping itu terdapat 29 puskesmas yang siap membantu,” imbuh Umi Azizah.

Adapun sembilan rumah sakit tersebut diantaranya RSUD dr Soeselo, RSUD Suradadi, RS TK. IV Pagongan, RSU Adella, RSI PKU Muhammadiyah, RS Hawari Essa, RS Harapan Sehat, RS Mitra Siaga dan RSIA Pala Raya. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA