Take a fresh look at your lifestyle.

Bulog Cabang Pekalongan Belum Terima Ajuan CBP Untuk Penanganan Korona

170

KRAMAT – Bulog Cabang Pekalongan belum menerima ajuan dari pemerintah daerah terkait dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penanganan Virus Korona (Covid-19). Padahal, cadangan beras Bulog wilayah eks Karsidenan Pekalongan itu mencapai 30 ribu ton yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan kedepan.

Kepala Bulog Cabang Pekalongan, Ari Apriansyah saat cek Gudang Bulog Larangan Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Selasa (7/4) mengatakan, mendasari kebijakan Pemerintah Pusat melalui Permensos tentang pengeluaran CBP untuk penanganan Virus Korona, pemerintah daerah bisa mengajukan ke Kemensos melalui Dinsos di daerah masing-masing. Namun, pengajuan itu harus melampirkan surat penetapan darurat Covid-19 atau status sejenis lainnya, dan data penerima CBP.

“Mungkin di Kemensos sudah ada surat yang masuk. Tapi untuk di Bulog Cabang Pekalongan belum ada surat masuk,” ujarnya.

Menurut dia, CBP dibagikan ke masyarakat sesuai dengan data yang diajukan pemerintah daerah. Besarannya bantuan sebesar 400 gram perorang perhari. Jika sudah ada surat masuk ke Bulog Cabang Pekalongan, pihaknya segera mendistribusikan ke masyarakat.

“Stok beras sekitar 30 ribu ton, dan cukup untuk enam bulan kedepan dengan asumsi kebutuhan 5 ribu ton perbulan. Untuk gudang di Larangan stok mencapai 7 ribu ton dan mampu memenuhu kebutuhan enam bulan kedepan untuk wilayah Kota Tegal dan Kabupaten Tegal,” kata Ari.

Lebih lanjut dikatakan, harga beras di pasaran relatif stabil. Bahkan, kecenderungan mengalami penurunan akibat sejumlah wilayah sudah mulai panen. Diperkirakan, akhir April 2020 mulai terjadi panen raya. Namun, saat ini harga beras medium kisaran antara Rp 8.100 perkilogram dan Rp 8.300 perkilogram. Padahal, pada akhir Desember 2019 harga beras jenis medium mencapai Rp 9 ribu perkilgram.

“Kami akan serap beras petani, jika stok di gudang sudah menipis. Sementara ini, menghabiskan stok yang ada,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA