Take a fresh look at your lifestyle.

Bertambah , Nasabah BMT Lestari Muamalat yang Melapor ke Polres Tegal

216

SLAWI- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal kembali menerima laporan dari nasabah Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Lestari Muamalat, Rabu (22/4). Kali ini jumlah nasabah yang datan melapor bertambah banyak.

Seperti empat nasabah yang lebih dulu melapor Senin (20/4) lalu, sepuluh nasabah yang datang kemarin juga melapor kesulitan menarik dana yang disimpang di BMT tersebut.

Robiah (50) warga RT 01 RW 12 Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal mengaku mendepositokan uangnya sebesar Rp 50 juta. Dari jumlah tersebut,  dana yang masih tersimpan dan belum bisa diambil sebesar Rp 20 juta.

“Uang itu hasik berjualan es di rumah. Sejak 2018 sampai sekarang belum bisa dicairkan. Padahal mau untuk biaya kuliah anak saya,”sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Khotijah (48) warga RT 02 RW 17 Suradadi. Wanita yang sehari-hari berjualan nasi ponggol ini mengatakan, uang yang disimpan di BMT tersebut sebesar Rp 40 juta.

“Saya sudah berusaha menagih ke pihak BMT, tapi hanya diberi nomor hape managernya,”imbuhnya.

Terkait laporan para nasabah itu, Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang melalui Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Heru Sanusi  menyampaikan, laporan dari para nasabah yang semula  dalam proses lidik akan dinaikan menjadi sidik.

“Perkara ini sudah dilaporkan nasabah sejak tahun 2019. Prosesnya saat ini masih lidik.  Kemarin (Senin,20/4) datang lagi empat orang pelapor, dan hari ini ada  nasabah yang berbeda datang melapor,”sebutnya, Rabu (22/4).

Sanusi mengatakan, dalam perkara ini nasabah dijanjikan mendapat bunga, yang dapat diambil setiap bulan. Ternyata, sejak awal tahun lalu, simpanan para nasabah  tidak bisa dicairkan.

MENJELASKANLKasat Reskrim Polres Tegal AKP Heru Sanusi menjelaskan tentang tindak lanjut laporan nasabah BMT Lestari Muamalat ke Polres Tegal, Rabu (22/4).

“Ada korban yang bisa ambil uangnya tapi tidak penuh. Ada yang nabung Rp 120 juta, tapi baru bisa diambil Rp 70 juta. Masih banyak korban yang tidak dapat ambil uang, dan masih banyak lainnya yang belum terpantau,”imbuhnya.

Sanusi menyebutkan, penyelidikan yang dilakukan sempat terkendala dengan tidak hadirnya terlapor saat dipanggil untuk dimintai keterangan.

Dengan naiknya proses pemeriksaan, pihaknya akan segera memanggil para nasabah yang menjadi korban dan pegawai BMT untuk dimintai keterangan.

Sanusi menyebutkan, untuk sementara, dari laporan nasabah kepada polisi, kerugian yang  diderita berkisar Rp 400 juta sampai Rp 500 juta. Jumlah ini bisa lebih besar, karena jumlah nasabah yang tidak dapat mencairkan dananya masih banyak. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA