Take a fresh look at your lifestyle.

Belum Kantongi Izin, Komisi II DPRD Brebes Minta Toko Assalam di Benda Ditutup

BUMIAYU- Komisi II DPRD Brebes menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Toko Assalam di Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Selasa (21/4) kemarin. Hasilnya, tempat usaha tersebut belum mengantongi izin operasional.

Dari pantauan, sidak dilakukan lengkap oleh ketua dan anggota komisi II. Ikut mendampingi, sejumlah petugas dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Namun sayang, rombongan tidak bisa menemui pihak manajemen toko karena sedang tidak berada ditempat.

Ketua Komisi II Nasikun mengatakan, sidak dilakukan untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Dari laporan yang diterima, Nasikun menjelaskan, pada awalnya pemilik usaha mengajukan izin ke desa pendirian toko kelontong. Namun realisasinya, ternyata beroperasi selayaknya toko modern berjaringan.”Tadi sudah kita cek, ternyata belum ada izin IMB dan izin operasional. Ini jelas menyalahi aturan,” ujarnya. Atas kondisi itu, Nasikun meminta DPMPTSP segera memanggil pemilik usaha untuk dimintai keterangannya.”Sebelum lengkap perizinannya, secepatnya toko ini segera ditutup,” tandasnya.

Dalam sidak tersebut, Nasikun menambahkan, juga ditemukan kejanggalan-kejanggalan. Diantaranya, alamat toko yang tertera pada struk pembayaran menyebutkan (Desa) Kutamendala, Tonjong. Padahal lokasi usahanya berada di Desa Benda, Kecamatan Sirampog.”Patut diduga toko ini adalah bentuk lain dari minimarket berjaringan,” ujarnya.

Kepala Desa Benda Baitsul Amri mengatakan, pemilik toko Assalam pada awalnya mengajukan perizinan IMB dengan peruntukkannya toko kelontong. Namun setelah beroperasi pada pertengahan Maret, realisasinya menjadi menjadi toko modern.”Kondisi inilah yang kemudian di protes oleh warga, utamanya para pemilik toko di sepanjang Jalan Raya Desa Benda,” ujarnya.

Sementara itu, pegawai Toko Assalam, Nadir mengatakan, pimpinannya sedang tidak berada ditempat. Menurut dia, kedatangan DPRD Brebes akan dilaporkan ke pimpinannya.”Kami ini kan hanya pegawai saja,” ujarnya.(Teguh Tribowo/Red38)

BERITA LAINNYA