Take a fresh look at your lifestyle.

Balita Berusia 1,5 Tahun Akhirnya Meninggal Dunia

367

SLAWI – Balita laki-laki berusia 1,5 tahun asal Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal akhirnya meninggal dunia, Senin (20/4) pukul 17.00. Balita yang dibawa ke RSUD Dr Soeselo Slawi lantaran mengalami gejala mirip terpapar Virus Korona (Covid-19) itu, hanya bertahan kurang dari 24 jam karena masuk ke RSUD Soeselo pada Senin (20/4) pukul 03.32.

Di hari yang sama, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga meninggal dunia yakni seorang laki-laki berusia 29 tahun asal Kecamatan Balapulang, meninggal dunia pukul 09.30 di RSUD Dr Soeselo Slawi.

“Balita ini masuk ke RSUD Soeselo pada Senin (20/4) pukul 03.32 dengan keluhan kejang, demam dan suhu 38,6 derajat celcius. Hasil tracking pada keluarga pasien diketahui ada riwayat kontak erat dengan pamannya yang baru pulang dari Jakarta. Karena ada riwayat tersebut, pihak rumah sakit kemudian menetapkan status pasien balita ini sebagai PDP,” terang Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Tegal, dr Joko Wantoro.

Joko mengungkapkan, pasien asal Balapulang memiliki riwayat perjalanan dari Merauke Papua dan dari hasil pemeriksaan kesehatan tim medis ditemukan komorbid atau penyakit penyerta seperti pneumonia pada diri pasien dan sejumlah penyakit kronis lainnya. Pasien ini, lanjut Joko, pertama kali masuk ke RSUD Soeselo tanggal 3 April 2020 dengan keluhan batuk, pilek, dan demam dengan suhu 37 derajat celcius. Karena kondisinya membaik, pasien diperbolehkan pulang tanggal 14 April 2020 lalu. Saat menjalani masa isolasi mandirinya di rumah, yang bersangkutan sempat mengalami sesak nafas dan demam, dan masuk lagi ke rumah sakit pada Minggu (19/4) malam.

Joko menuturkan, pemeriksaan swab pada pasien dewasa sudah dilakukan jauh hari sebelumnya, tapi hasilnya sampai sekarang belum keluar. Sedangkan untuk pasien balita baru dilakukan pengambilan sample swab pada Senin (20/4). Belum adanya hasil pemeriksaan swab tersebut menjadikan pihaknya tidak bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya kedua PDP tersebut. “Sebelum ada hasil pemeriksaan swab yang menunjukkan tanda positif, maka kita tidak bisa menyatakan yang bersangkutan meninggal karena infeksi Covid-19,” katanya.

Menanggapi kasus ini, Joko minta kepada warga tidak menstigma pasien tersebut meninggal karena terinfeksi Covid-19, apalagi sampai menjauhi keluarganya, mengucilkannya dari lingkungan pergaulan sosial. “Waspada itu penting, tapi paseduluran itu jauh lebih penting. Dukung dan semangati keluarganya. Berikan bantuan sosial untuk mencukupi kebutuhan dasarnya selama menjalani masa karantina di rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” ujarnya.

Soal antisipasi risiko penularan, Joko menyampaikan, pihaknya akan melakukan rapid test pada kontak erat di lingkungan keluarganya.

Diberitakan sebelumnya, dari empat kasus PDP meninggal dunia yang sudah keluar hasil swab, tiga orang dinyatakan negatif dan satu orang positif. Sementara dua kasus PDP meninggal dunia dari Kecamatan Lebaksiu dan Kecamatan Slawi hasil tes swab belum keluar. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA