Take a fresh look at your lifestyle.

Awasi Pengadaan Bantuan Sembako, Peran Pendamping PKH Harus Maksimal

277

SLAWI – Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal meminta peran Pendamping PKH lebih dimaksimalkan dalam Peran yang dilakukan berupa pengawasan pengadaan dan distribusi sembako mulai dari suplaiyer, agen, e-warung hingga sampai ke masyarakat.

“Jika peran pendamping PKH maksimal, maka tidak ada lagi masyarakat yang mengeluhkan mendapatkan sembako yang tidak layak konsumsi,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Hj Nofiyatul Faroh, Rabu (10/6).

Dikatakan, penekanan terhadap Pendamping PKH telah dilakukan Komisi IV dengan mengundang Pendamping PKH, baru-baru ini. Dalam rapat koordinasi itu, Pendamping PKH untuk segera mengambil langkah cepat saat komoditi yang akan dibagikan ke masyarakat tidak layak konsumsi. Pendamping PKH bisa langsung menggantikan sembako busuk dengan yang layak konsumsi.

“Masyarakat banyak yang mengeluh mendapatkan sembako, semisal tempe yg busuk telur yang pecah buah tdk sesuai timbangan. Pendamping PKH harus siap menggantinya dengan yang baru,” tegas Ketua Fraksi PKB itu.

Menurut dia, Pendamping PKH bisa berkoordinasi dengan suplaiyer untuk menggantikan komoditi yang tidak layak pakai. Selain itu, bisa mengganti dengan barang baru dengan anggaran akomodasi yang diambil dari selisih harga di e-warung sebesar Rp 8 ribu per penerima.

“Jika kerja Pendamping PKH berjalan baik, maka masyarakat bisa mendapatkan sembako yang bagus,” katanya.

Sementara itu, lanjut dia, Komisi IV juga telah mengundang Bank BNI dan Bulog Cabang Pekalongan. BNI yang bertugas mentransfer uang ke rekening penerima bantuan, pada bulan Mei terdapat sejumlah saldo rekening yang kosong. Menurut BNI, terdapat kesalahan teknis dalam pentransferan dana Namun, BNI berjanji tidak akan ada lagi saldo rekening kosong di bulan ini. Dan kalaupun bulan ini saldo kosong akan diganti bulan depan, sehingga di bulan Juni ini akan mendapat transferan doubel.

“Kita lihat saja bulan ini. Jika ada saldo yang kosong, kami akan buat rekomendasi ke Bupati agar bisa pindah bank,” ujar Novi.

Ditambahkan, rapat koordinasi dengan Bulog mendapatkan hasil bahwa siapa pun bisa menjual beras ke Bulog bahkan petani pun bisa Namun, harus sesuai dengan kriteria dan persyaratan bulog. Bulog menyatakan. tidak akan menerima beras diluar plat Tegal. Selain itu, Bulog bisa menerima pesanan dari e-warung pada H-3 sebelum pendistribusian. Namun, BNI juga harus komitmen untuk transfer sesuai dengan jadwal.

“BNI harus selalu info ke Dinsos bahwa dana sudah cair, sehingga e-warung bisa pesan ke Bulog lebih cepat. Dengan adanya monitoring berharap akan menjadikan lebih baik lagi dalam pelayanan dan sembako yang akan diberikan berkualitas. Manakala berkali-kali suplayer tidak memberikan komoditi yang baik, kami akan mintakan ganti suplayer,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA