Take a fresh look at your lifestyle.

Antusias, Ratusan Kasek Ikuti Pelatihan Jurnalistik Suara Merdeka

208
  • Berharap Ada Rubrik Khusus Bagi Guru
BREBES – Ratusan para kepala sekolah (Kasek) di Kabupaten Brebes begitu antusias mengukuti pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan Harian Suara Merdeka bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Senin (7/10), di Aula SMP Negeri 2 Brebes. Kegiatan itu dibuka Wakil Bupati Brebes, Narjo yang mewalikil Bupati Brebes, Idza Priyanti. Hadir juga Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Tahroni bersama jajarannya.
Antusias Kasek dalam mengikuti pelatihan tersebut terlihat dari jumlah peserta yang membludak. Tak hanya itu, sejumlah pertanya juga mereka ajukan saat sesi tanya jawab bersama narasumber Kepala Desk Pantura Suara Merdeka, Roni Yuwono. Bahkan, para peserta berharap kedepan di Harian Suara Merdeka dibuka rubrik khusus bagi para guru dalam menyalurkan kemampuannya dalam menulis.
Wakil Bupati Brebes Narjo mengatakan, Pemkab Brebes memberikan apresiasi tinggi terhadap Harian Suara Merdeka yang mau berbagi ilmu dengan para kasek di Brebes. Keberadaan pelatihan jurnalistik tersebut merupakan hal yang dibutuhkan bagi kasek guna menunjang dan berperan aktif dalam peningkatan budaya menulis, di lingkungan sekolah. Di sisi lain, pada kapsek juga akan mendapat wawasan baru serta lebih memahami dan mengenal dunia jurnalistik. “Kami berharap adanya pelatihan ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin para kasek di Brebes,” ujarnya dalam sambutan.
Dalam pelatihan jusnalistik, para peserta mendapatkan materi terkait tata cara menulis berita atau artikel yang baik dan benar. Kemudian, cara memotret atau pengambilan foto untuk karya jurnalistik, dan bagaimana cara menghadapi oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan guna keuntungan pribadi. Materi disampaikan Kepala Desk Pantura Suara Merdeka, Roni Yuwono. “Bapak dan ibu tak perlu takut untuk mengawali menulis, semua pasti bisa,” ujarnya.
Sementara saat sesi tanya jawab, sedikitnya 6 peserta mengajukan pertanyaan. Salah satunya, Murdiningsih dari SMP Wanasari. Ia berharap di Suara Merdeka ada rubrik khusus bagi para guru. Menginggat selama ini banyak guru yang sudah menulis sebuah artikel, tetapi mereka kesulitan untuk bisa diterbitkan di media cetak atau koran. Selain belum mengetahui carannya, mayoritas para guru juga belum mempunyai komunikasi dengan pelaku media. “Sebenarnya sudah banyak guru di Brebes yang mampu menulis, tapi kami selama ini kesulitan ketika akan diterbitkan di media. Untuk itu, kami melalui kegiatan ini di Suara Merdeka ada rubrik khusus untuk menampung aspirasi kami ini,” ungkapnya.
Kepala Koordinator Bisnis Suara Merdeka Wawan Hudiyanto menjelaskan, adanya pelatihan jurnalistik itu merupakan sebuah jembatan komunikasi bagi para kasek atau guru dengan Suara Merdeka, khususnya untuk wilayah Pantura. Apalagi, kedepan pihaknya juga akan membuka rubrik khusus bagi guru yang dinamakan Suara Guru di Suara Merdeka Suara Pantura. Melalui rubrik tersebut, para guru bisa memanfaatkan untuk menyalurkan kemampuannya dalam menulis, termasuk untuk kepentingan sertifikasi. “Alhamdulilah, pelatihan ini ternyata mendapat respos sangat luar biasa. Para guru di Brebes juga tak perlu khawatir, karena Suara Merdeka kedepan akan meluncurkan rubrik baru Suara Guru di Suara Pantura. Ini sebagai upaya kami dalam memberikan pelayanan bagi para guru yang akan menulis di media masa,” paparanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pelatihan yang digelar tersebut rencananya akan dilaksanakan di lima titik dengan peserta seluruh kasek SD dan SMP di Kabupaten Brebes. Di hari pertama sekaligus pembukaan, dilaksanakan di Aula SMPN 2 Brebes. Kemudian, untuk hari kedua besok (hari ini-red) dilakasanak di Aula Kecamatan Bulakamba. Untuk hari ke tiga dan keempat akan dilaksanakan di SMPN 2 Bumiayu dan SMPN 2 Bumiayu pada 9-10 Oktober. “Terakhir, pelatihan kami laksanakan di SMK Bina Bangsa Kersana pada 12 Oktober mendatang,” pungkasnya.
(Setiawan-red2)
BERITA LAINNYA