Take a fresh look at your lifestyle.

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Pemkab Tegal Gencarkan Vaksinasi

SLAWI,smpantura.com- Mengantisipasi lonjakan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Tegal bersama seluruh elemen masyarakat gencar melaksanakan vaksinasi Covid-19 di wilayahnya. Saat ini Kabupaten Tegal telah berada pada level 2 PPKM dengan capaian vaksinasi dosis satu sebanyak  699.811 atau 57,05 persen dan cakupan vaksinasi terhadap lansia sebanyak 60.052 atau 48,39 persen.

“Pertama, vaksinasi terus kami gencarkan. Satgas Covid-19, pak Kapolres, Pak Dandim, kemudian seluruh elemen bergerak terus menggencarkan vaksin.Dan  antusias masyarakat sudah cukup bagus, capaian vaksin sudah mencapai 57 persen,”tutur Bupati  Tegal Umi Azizah, pada saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Balai Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Jumat (3/12).

Selain menggencarkan vaksinasi, mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada masa natal dan tahun baru nanti, Pemkab Tegal bersama Polres Tegal, Kodim 0712/ Tegal serta para camat telah mempersiapkan langkah antisipasi dengan berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.

Diantaranya dengan dengan melaksanakan pelarangan cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan karyawan swasta selama periode libur Nataru pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Sementara untuk pengaturan tempat wisata akan disesuaikan aturan PPKM level III, diantaranya memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak dan membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50%  dari kapasitas total.

“Pembatasan tempat wisata sesuai kebijakan PPKM level 3,”terang Umi.

Selain memantau pelaksanaan vaksinasi di Balai Desa Kalisapu, pada pagi itu, Umi juga meninjau pelaksanaan protokol kesehatan pada pembelajaran tatap muka di SD Slawi Kulon 3 dan SMP 1 Slawi.

Menurut Umi, penerapan prokes di sekolah tersebut telah sesuai. Tempat cuci tangan disiapkan disesuaikan jumlah peserta didik. Satgas sekolah yang dikukuhkan Kapolres juga sudah melaksanakan tugas dengan baik.

“Anak-anak begitu tahu ada yang masuk, langsung di cek suhu badannya. Kemudian diarahkan mencuci tangan. Pemakaian masker juga sudah diterapkan. Ketika anak ditanya satu per satu, mereka sangat senang belajar tatap muka,”ujar Umi.

Sementara itu, Pelasana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji mengatakan,  sudah satu bulan ini di Kabupaten Tegal tidak ada kasus Covid-19, baik yang ditemukan atau dirawat di rumah sakit.

“PCR kita tetap lakukan terhadap pasien yang dirawat , yang atas rujukan dari para dokter, alhamdulillah tidak ada yang positif,”tuturnya.

Menurut Hendadi, vaksinasi vaksinasi membantu mencegah penularan Covid-19, termasuk di dalamnya varian omicron.

“Apapun jenis vaksinnya,yang penting adalah disiplin prokes. Vaksinasi membantu mengurangi gejala berat. Kami juga terus melakukan tes, tracing dan treatment,”tuturnya.

Hendadi mengatakan, untuk mencapai level satu PPKM, Kabupaten  Tegal terus menggenjot vaksinasi sehingga capaiannya bisa 70 persen . Pihaknya optimis cakupan vaksin tersebut bisa dicapai sampai akhir tahun 2021.

Hendadi mengatakan, stok vaksin di Kabupaten Tegal mencukupi dan jenisnya pun bervariasi.

“Untuk mencapai level satu, minimal cakupan vaksin minimal 70 persen, jadi kita kurang 13 persen.Target akhir tahun 2021 bisa tercapai,”ungkapnya.(T04-Red)

 

 

 

 

 

 

 

BERITA LAINNYA