Take a fresh look at your lifestyle.

Alokasi Dana Desa di Brebes Tahun 2020 Naik Jadi Rp 494 Miliar

175

BREBES – Alokasi dana desa bagi sebanyak 292 desa di Kabupaten Brebes pada tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 12,39 persen. Yakni, dari semula di tahun 2019 ini hanya menerima Rp 441 miliar naik menjadi Rp 494 miliar. Bahkan, Desa Pamulihan di Kacamatan Larangan, Kabupaten Brebes menjadi penerima dana desa terbesar untuk tahun depan, sebesar Rp 4 miliar.

“Untuk tahun depan, dana desa yang diterima Brebes sudah dipastikan mengalami kenaikan sekitar 12,39 persen. Dari sebelumnya (tahun ini-red) sebesar Rp 441 miliar menjadi Rp 494 miliar,” ungkap Kabid Anggaran, Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Brebes, Subandi, Jumat (11/10).

Dia mengatakan, adanya alokasi kenaikan dana desa itu, maka dipastikan alokasi yang diterima setiap desa juga akan mengalami kenaikan. Bahkan, untuk tahun depan mayoritas Dana Desa yang diterima setiap desa sudah di atas Rp 1 miliar dan paling rendah Rp 1 miliar. “Dari data kami, desa penerima Dana Desa paling rendah di tahun depan adalah Desa Kedawung Kecamatan Tanjung sebesar Rp 1 miliar. Sedangkan tertinggi diterima Desa Pamulihan Kecamatan Larangan sebesar Rp 4 miliar,” terangnya.

Menurut dia, sistem pencairan atau penyaluran dana desa tersebut masih sama seperti tahun sebelumnya secara bertahap. Pihaknya membagi tiga tahapan dalam pencairannya. Di tahap pertama akan disalurkan dana desa sebesar 20 persen, dan untuk tahap dua serta ketiga disalurkan sebesar masing-masing 40 persen. Dalam proses pencairannya, pihak desa harus melampirkan bukti realisasi pembangunan di tahapan sebelumnya. Itu dikandung maksud, agar anggaran dana desa yang telah diturunkan sudah benar-benar terlaksana. “Pada tahun depat, sesuai aturan akan diterapkan formula baru dalam perhitungan alokasi dana desa. Selain alokasi dasar, kami juga mempertimbangkan kinerja dan avirmasi. Prosentase, alokasi dasar sebesar 72 presen, dan sisanya untuk kinerja dan avirmasi,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, diharapkan dengan adanya kenaikan dana desa, setiap desa bisa memaksimalkan bantuan yang didapat. Tak hanya melulu untuk pembangunan nfrastruktur, pihaknya juga meminta kepada desa untuk bisa menggunakan dana desa untuk bidang lainnya. Di antaranya, bidang kesehatan, pendidikan dan membentuk Badan Usaha Miliki Desa (BUMDes). “Jadi, nantinya tidak hanya untuk pembanguan infrastruktur, tapi kami harapkan bisa digunakan untuk pembangunan lainnya yang ada di masing-masing desa,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA