Take a fresh look at your lifestyle.

Alhamdulillah, Tempat Peribadatan di Tegal Dibolehkan Beroperasi Normal

139

TEGAL –  Seluruh tempat peribadatan di Kota Tegal diperbolehkan kembali untuk menggelar kegiatan ibadah. Namun demikian, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Hal ini terungkap, saat Kemenag menggelar silaturahmi bersama Pemkot Tegal dan pemuka agama, Selasa (2/6) siang.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Tegal, Ahmad Farhan mengatakan, Kementerian Agama Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020. Dimana di dalammya memperbolehkan tempat peribadatan mengadakan kegiatan yang bersifal massal pada rumah ibadah di era new normal.

Diterangkan dalam SE tersebut, rumah ibadah yang diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan berjamaah yakni yang berada di lingkungan zona hijau atau yang aman dari Covid-19. Itu, ditunjukkan dengan surat keterangan dari Ketua Gugus Tugas sesuai tingkatan rumah ibadah.

“Pengurus lebih dulu mengajukan surat keterangan kepada Gugus Tugas Covid-19 untuk menunjukkan bahwa di lokasi tempat ibadah itu bebas dari Covid. Misalnya seperti Masjid Agung, bisa meminta ke Wali Kota. Kalau yang kecil, musala di perumahan ya bisa mengajukan ke kelurahan setempat,” ujarnya.

Selain mengajukan surat keterangan kepada pimpinan daerah atau wilayaha, baik Wali Kota, Camat hingga Lurah, pengurus rumah ibadah juga harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti diantaranya, mengatur jarak aman, menyediakan tempat cuci tangan dan wajib bermasker.

“Ini berlaku untuk semua tempat peribadatan, baik Masjid Musala, Gereja, Vihara, Kelenteng dan lainnya,” imbuh Farhan.

Sementara, Wakil Wali Kota Tegal, Muhammad Jumadi merespon positif adanya surat tersebut. Dirinya, berharap seluruh pengurus rumah ibadah dari seluruh agama dapat mematuhi dan melaksanakan dengan baik.

“Sebagian besar poin dalam surat edaran tersebut sudah dilaksanakan di Kota Tegal hingga saat ini,” bebernya. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA