Take a fresh look at your lifestyle.

Akses Masuk Ditutup, Pembangunan Pabrik di Cimohong Terancam Gagal

321

BREBES – Pembangunan pabrik di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, kini terancam gagal. Pasalnya, akses jalan menuju lahan pembangunan pabrik itu ditutup dengan alat berat, Sabtu (14/9). Akibatnya, sejumlah truk pengangkut tanah urugan untuk keperluan pendirian pabrik tidak bisa beraktivitas dan hanya terparkir.

Aksi penutupan itu diduga dilakukan pihak PT Daehan Global, yang juga tengah melakukan proses pembangunan peluasan pabriknya, yang lokasi lahannya bersebelahan. Bahkan, proses penutupan akses jalan dipimpin langsung Tuan Lee, selaku owner atau pemilik PT Daehan Global. Aksi tersebut sempat mendapat protes dari PT Sumber Masanda Jaya (SMJ) selaku pemilik lahan yang akan digunakan untuk pendirian pabrik.

Anggota Polsek Bulakamba tengah mengecek lokasi penutupan jalan akses masuk pembangunan pabrik oleh alat berat di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Brebes. (Foto : SMpantura.com/ setiawan)

Namun hingga siang, sebuah alat berat masih menutupi akses jalan menuju lahan PT SMJ. Tak hanya itu, sebuah galian tanah cukup dalam dan tumpukan material juga dibiarkan berada di tengah jalan. Atas persoalan itu, sejumlah anggota Polsek Bulakamba mengecek lokasi akses jalan yang ditutup tersebut.

“Sejak tadi pagi akses jalan kami ini ditutup. Liat saja, alat berat menghalangi jalan. Terus bagaimana kendaraan kami akan masuk. Padalah tanah jalan itu milik pemerintah, karena tanah lepe-lepe saluran irigasi. Bahkan, kami juga sudah mengajukan izin untuk penggunaan tanah lepe-lepe sebagai jalan masuk ini,” ungkap Rama (25), salah seorang pekerja lapangan PT SMJ saat ditemui di lokasi penutupan akses jalan, Sabtu (14/9).

Menurut dia, sejak awal jalan itu memang digunakan untuk akses masuk kendaraan berat pengangkut tanah milik perusahaannya. Sesuai rencana, perusahaannya akan mengurug lahan seluas satu hektare, yang rencananya akan dibangun prabrik. Namun dengan kondisi ini, pekerjaan menjadi terhenti. “Yang menutup akses jalan ini pihak PT Daehan Global. Mereka main tutup jalan, dan tidak ada pemberitahuan ke kami. Kami juga sudah berbicara baik-baik, tapi para pekerjanya malah pergi dan meninggalkan alat berat melintang di jalan,” terangnya.

HAMBAT INVESTASI

Perwakilan PT SMJ, Tubagus Angke mengaku, sangat menyayangkan tindakan penutupan akses jalan tersebut. Mestinya sesama investor bisa saling menghormati. Tindakan itu jelas akan menghambat investasi di Brebes. Padahal ketika pabrik yang dibangunnya sudah beroperasi, akan menyerap tenaga kerja lokal minimal 14.000 orang. “Sangat kami sayangkan karena ini jelas tindakan menghambat investasi di Brebes,” tandasnya.

Sementara Perwakilan PT Daehan Global, Nanang saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya tidak ada niat untuk menutup akses jalan tersebut. Itu karena pihaknya tengah melakukan pekerjaan pengembangan pabrik. Di lokasi tersebut ada juga lahan milik owner PT Daehan Global. Di lahan bagian depan merupakan milik PT SMJ, kemudian di belakangan milik owner PT Daehan Global dan di belakangnya lagi milik PT SMJ. Awal proses pembangunan, pihaknya dan PT SMJ bersamaan melakukan pekerjaan. Namun ada lubang galian pondasi di lahan milik perusahaanya, yang berada di tepi saluran irigasi, tertutup tanah karena digunakan untuk akses jalan masuk kendaraan material PT SMJ. Apalagi, penutupan itu tidak meminta izin kepada pimpinannya. Hal itu yang membuat pimpinannya tidak respek dan kembali menggali lubang. “Tanah yang dilalui itu sebagian milik pimpinan saya. Sebab, sejauh ini belum ada ketentuan batas-batas resmi dengan lepe-lepe, dari BBWS Cisanggarung-Cimanuk. Saya juga diperintahkan pimpinan saya (Tuan Lee-red) untuk melapor ke polisi. Ini karena telah terjadi pengggunaan lahan tanpa izin dan galian pondasi yang tertutup,” jelasnya.

UPAYAKAN MEDIASI
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Brebes Djoko Gunawan mengakui, adanya persoalan antara kedua investor tersebut. Untuk itu, Pemkab Brebes kini tengah berupaya mengkomunikasikan antara keduannya. Mendudukan bersama untuk membicarakan persoalan yang terjadi seperti apa, sehingga mendapatkan titik temu dan mereka bisa melakukan pekerjaan secara bersama-sama. “Upaya ini masih kami proses, termasuk mengundang kedua belah pihak. Bahkan, Pemprov Jateng juga sudah mengundang kedua investor ini. Yang pasti, Pemkab akan memediasi agar persoalan ini cepat selesai,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA