Take a fresh look at your lifestyle.

72.310 KPM Dapat Bantuan Rp 200.000 Selama Sembilan Bulan

Program Perluasan Sembako Dari Kemensos

SLAWI- Sebanyak 72.310 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Tegal mendapat bantuan dari Program Perluasan Sembako Covid-19 dari Kementerian Sosial. Bantuan diberikan selama sembilan bulan mulai Mei 2020.

Setiap KPM mendapatkan kartu keluarga sejahtera (KKS) yang berisikan saldo di rekening Bank BNI  sebesar Rp 200.000 yang diisi oleh Pemerintah setiap bulannya. Uang tersebut hanya bisa digunakan untuk membeli Sembako di e-warong (elektronik warung gotong royong) ataupun warung lainnya yang menjalin kemitraan dengan BNI.

Perluasan jangkauan program bantuan sembako sebagai jaring pengaman sosial selama pandemi Covid-19 ini dimaksudkan untuk meringankan beban pengeluaran rumah tangga miskin, terutama dalam mencukupi kebutuhan pangan dan gizi.

Distribusi KKS , pin dan buku tabungan bantuan sosial progam perluasan sembako Covid-19 dilakukan sejak Jumat (8/5).  Secara simbolis bantuan tersebut diserahkan Bupati Tegal, Umi Azizah di Balai Desa Pedagangan , Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal pada hari itu.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Kantor Cabang BNI Tegal, Richard Dahlan, Sekretaris Dinas Sosial, Yudi Kardarwati, Camat Dukuhwaru, Pambudiono dan Kades Pedagangan, Wiharso serta sejumlah warga penerima manfaat.

Sekretaris Dinas Sosial, Yudi Kadarwati menjelaskan, pendistribusian dilaksanakan di 287 titik semua balai desa atau kelurahan, oleh petugas Bank BNI, TKSA, dan pendamping PKH dibantu perangkat desa/ kelurahan setempat.

Yudi menambahkan, keluarga penerima kartu sembako bisa membelanjakan uangnya di 60 e-warong ataupun 75 kios agen BNI yang menjual bahan pangan di Kabupaten Tegal. KPM bisa memilih pembelian bahan pangan yang mengandung karbohidrat (beras, ketela, sagu, dan jagung), protein hewani (telur, daging ayam, daging sapi, dan ikan), protein nabati (kacang-kacangan, tempe, dan tahu), serta vitamin dan mineral (sayur-sayuran dan buah-buahan).

Dikatakan olehnya, aktivitas penyaluran tetap menggunakan protokol kesehatan dengan mengutamakan keselamatan petugas, /KPM dengan menyediakan tempat cuci tangan/and sanitizer, petugas dan KPM yang hadir wajib memakai masker, menghindari kerumunan dengan menjaga jarak 1-2 meter.

Bupati Tegal, Umi Azizah,  menyampaikan apresiasinya kepada para pihak yang telah membantu kelancaran distribusi bantuan pangan non tunai ini. Umi pun minta agar data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang diinput lewat sistem informasi kesejahteraan sosial next generation  (SIKS-NG)sebagai panduan Kementerian Sosial dalam menentukan penerima manfaatnya diperbaharui setiap tiga bulan sekali.

“Saya minta kepala desa dan lurah aktif melakukan pembaharuan DTKS lewat mekanisme musyawarah desa ataupun kelurahan sebagai sarana untuk mengakomodir perkembangan data sosial warga yang perubahannya sangat cepat, terutama mereka yang terdampak pandemi Covid-19 ini”, kata Umi.

Kepala Kantor Cabang BNI Tegal, Richard Dahlan mengatakan, rencana pihaknya akan membagikan bantuan secara ber tahap maksimal dalam waktu enam hari kedepan. Adapun pada Jumat (8/5) bansos disalurkan di 32 titik kantor desa dengan jumlah penerima sebanyak 8.370 KPM.

“Untuk hari-hari selanjutnya, proses pendistribusian bantuan kepada 72.310 KPM akan kami selesaikan paling lambat hari Kamis (14/5). (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA