Take a fresh look at your lifestyle.

6 Warga Alumni Goa Positif Covid-19, DPRD Minta Keluarganya Test Swab

PEKALONGAN – Keluarga dari enam warga Pekalongan yang positif terpapar Covid-19 diminta langsung dilakukan tes swab. Ini agar segera diketahui apakah keluarganya tertular penyakit berbahaya itu atau tidak. Kalau tertular, mereka juga segera diisolasi agar tidak menjalar ke masyarakat lain yang melakukan kontak langsung.

Demikian penegasan Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab dalam rapat paripurna penyampaian pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Pekalongan tahun anggaran 2019, kemarin. Rapat yang dipimpin Balgis itu, dihadiri Wali Kota Saelany Mahfudz, Sekda Sri Ruminingsih dan seluruh anggota DPRD serta beberapa pimpinan OPD.

Penegasan Balgis itu disampaikan setelah mendengarkan masukan dari anggota DPRD Mabrur (Fraksi pembangunan Nurani), Hery Wibawa dan Azmi Bayir (Fraksi Karya Nasional), serta Edy Supriyanto (Wakil Ketua DPRD) dan beberapa anggola lain.

Mabrur mengatakan enam warga positif covid-19 cukup mengkhawatirkan penanganannya dinilai masih kurang efektif dan optimal. Mestinya serius dan realistis karena mereka jelas terpapar. Mereka baru tereksekusi pada 20 April, meski kepulangannya dari Goa Sulawesi pada 24 Maret 2020. Itu artinya sudah hampir sebulan baru dapat penanganan serius. Keprihatinan itu dirasakan warga karena sebulan diisolasi mandiri, mereka bebas berkeliaran di wilayahnya, seperti menjadi imam shalat di masjid, ceramah dan kegiatan lain. Ini membuat masyarakat resah. Padahal, selama sebulan, diisolasi mandiri tetapi kenyataannya masih beraktivitas secara bebas. Karena itu, diperkirakan orang yang kontak fisik dengan mereka jumlahnya banyak dan statusnya orang dalam pemantauan (ODP).

Karena itu, pemerintah harus bertindak tegas dengan bekerja sama instansi lain yang kompeten dengan segala konsekuensinya. Pemerintah juga harus tanggung jawab untuk memberi makan anak dan istri mereka yang terpapar. “Ini sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah agar covid-19 tidak berkembang luas,” pinta Mabrur.

Menjawab masukan itu, Wali Kota, Saelany Machfudz mengatakan, awalnya warga Kota Batik yang ikut tabligh akbar ke Goa Sulawesi tujuh orang, sebagian besar dari Krapyak, Pekalongan.
Saat baru pulang, petugas sudah menjemput di Terminal, namun yang bersangkutan luar biasa kerasnya sehingga petugas terpaksa melakukan cek tes suhu badan ke Pondok Pesantrennya.
Saat itu suhu normal semua, sehingga tidak ditindaklanjuti dengan rapid tes. Kota Pekalongan baru kaget setelah daerah lain menemukan peserta tablik akbar di Goa banyak yang terpapar Covid, akhirnya Pekalongan melakukan action serius.

Tanggal 22 April dilakukan tes swab ke Salatiga, hasilnya, enam positif swab. Mereka akhirnya diisolasi ke bekas Rumah Sakit Paru di Panjang. Mereka juga disediakan makanan dengan mendapat pengawasan dari tim kesehatan sebanyak 10 orang termasuk dokter. Mengenai harapan dari DPRD agar keluarga mereka di tes swab, akan dilakukan kemudian.

(trias.p-red2)

BERITA LAINNYA