Take a fresh look at your lifestyle.

517 Satuan Pendidikan di Kabupaten Tegal Ramah Anak

SLAWI,smpantura.com- Pemerintah Kabupaten Tegal terus mengembangkan program satuan pendidikan ramah anak. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Pelindungan Anak , Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tegal Elliyah Hidayah menyampaikan, pengembangan satuan pendidikan ramah anak ini dilatarbelakangi berbagai permasalahan kekerasan dan konflik yang diterima peserta didik di sekolah.

Menurut Elliyah, program ini bertujuan memberikan pelindungan pada diri peserta didik sebagai anak di sekolah dengan mengutamakan hak yang meliputi hak hidup, hak tumbuh berkembang , hak perlindungan dan hak mendapatkan pendidikan.

“Peserta didik sebagai anak harus terlindungi sebagai manusia yang membutuhkan pendidikan secara manusiawi,”jelas Elliyah Hidayah pada acara Deklarasi Satuan Pendidikan Ramah Anak di SMP 1 Pangkah, Jumat (26/11).

Dijelaskan olehnya, sampai tahun 2020, di Kabupaten Tegal telah terbentuk 457 satuan pendidikan ramah anak yang ada di lingkungan pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Tegal Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jateng serta Kementerian Agama Kabupaten Tegal. Hal ini sangat mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Tegal, sehingga pada  tahun 2021 Kabupaten Tegal meraih penghagaan Kabupten Layak Anak kategori Madya.

Sebagai kegiatan yang berkesinambungan, pada tahun 2021 dibentuk kembali 60 satuan pendidikan ramah anak, sehingga  jumlah total satuan pendidikan ramah anak di Kabupaten Tegal sebanyak 517 atau 31,39 persen dari 1.647 satuan pendidikan.

Adapun peserta deklarasi kali ini terdiri atas  60 sekolah meliputi 10 sekolah tingkat SD, 30 sekolah tingkat SMP, tujuh raudhatul athfal (RA), delapan madrasah ibtidaiyah (MI), empat madrasah tsanawiyah (MTs), dan satu madrasah aliyah (MA).

Mewakili Bupati Tegal Umi Azizah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Tegal yang dilaporkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Perempuan dan Anak tahun 2019 sebanyak  97 kasus, dan tahun 2020 turun menjadi 33 kasus.

Menurut Joko, diperlukan peran seluruh elemen masyarakat, tenaga pendidikan, dan juga peran keluarga untuk melindungi anak dari pergaulan, dari lingkungan tidak ramah dan tidak layak bagi tumbuh kembang anak.   Terlebih, Kabupaten Tegal telah dinyatakan sebagai Kabupaten Layak Anak, maka kondisi ini harus dipertahankan dan terus ditingkatkan kualitasnya.

Salah satu upaya untuk meningkatkannya adalah dengan membentuk satuan pendidikan ramah anak atau sekolah ramah anak (SRA). Melalui konsep SRA ini, diharapkan mampu terwujud pemenuhan hak dan perlindungan anak selama delapan jam saat anak berada di sekolah.

Pada acara itu, selain pembacaan deklarasi dan penandatangan komitmen satuan pendidikan ramah anak, juga diserahkan piagam penghargaan  dari Pemkab Tegal kepada sembilan model satuan pendidikan ramah anak perjenjang dan satu sekolah model satuan pendidikan anti perundungan.

Sembilan sekolah tersebut adalah RA Siti Khodijah Slawi,  TK Negeri Pembina Slawi ,  MI Negeri 1 Tegal, SD Kabunan 01, SMP 1 Slawi, MTs Negeri 2 Tegal, SMA 2 Slawi, SMK 1 Adiwerna dan MA negeri 1. Adapun satu sekolah model satuan pendidikan anti perundungan adalah SMP 1 Pangkah.

Kepala Sekolah SMPN 1 Pangkah Ali Komsakum mengatakan,dengan adanya deklarasi tersebut, maka di sekolah tidak ada lagi guru atau warga sekolah yang  melakukan perundungan baik dengan tangan, kaki atau secara verbal.

“Anak-anak harus tetap disiplin dan berprestasi, untuk mendisiplinkan harus menghargai hak siswa, intinya seperti itu,” ujar Ali.(T04-Red)

 

BERITA LAINNYA