Take a fresh look at your lifestyle.

5 PDP Asal Kabupaten Tegal Meninggal Dunia Dalam Sepekan

210

SLAWI – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona (Covid-19) yang meninggal dunia di Kabupaten Tegal sebanyak 5 orang dalam waktu sepekan sejak akhir bulan April hingga awal Mei 2020. Sebelum meninggal, mereka sempat menjalani perawatan di RSUD Dr Soeaelo Slawi.

Kelima PDP yang meninggal dunia yakni, laki-laki berusia 22 tahun berasal dari Kecamatan Margasari dan laki-laki berusia 54 tahun berasal dari Kecamatan Balapulang meninggal dunia pada Rabu (29/4). Sedangkan PDP yang berusia 38 tahun berasal dari Kecamatan Margasari meninggal dunia pada Kamis (30/4) dan perempuan 40 tahun berasal dari Kecamatan Slawi meninggal dunia pada Jumat (1/5). Terakhir, seorang pria berusia 43 tahun meninggal dunia setelah pulang dari Jakarta. Pria ini berasal dari Desa Cintamanik, Kecamatan Bumijawa.

“PDP meninggal dunia asal Kecamatan Slawi itu sebelumnya sebagai orang dalam pemantauan, saat masuk ke rumah sakit statusnya meningkat jadi PDP. Belum sempat tercatat dalam laporan, pasien keburu meninggal dunia,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal dr Joko Wantoro, Jumat malam (1/5).

Joko mengemukakan, dengan bertambahnya kasus tersebut, maka jumlah ODP dan PDP meninggal dunia di Kabupaten Tegal hingga Jumat (1/5) menjadi 10 orang. Seluruhnya sudah diambil sampel swab tenggorokan dan sedang dalam proses pengujian laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Covid-19.

“Kita masih menunggu hasil swabnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, jumlah PDP asal Kabupaten Tegal yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit pada Jumat (1/5) menjadi 28 orang. Sementara untuk PDP yang kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang bertambah lima orang, sehingga akumulasinya menjadi 85 orang. Dia menambahkan, anggota keluarga atau yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Korona yang berasal dari Desa Wangandawa Kecamatan Talang semuanya negatif.

“Ada 18 orang yang sudah dirapid test. Semuanya negatif,” pungkasnya.

Sementara itu, PDP asal Desa Cintamanik itu pulang dari Jakarta pada 1 Mei 2020. Kondisi tubuhnya tidak sehat. Ia mengalami sesak nafas, demam tinggi dan penurunan kesadaran. Pihak keluarga langsung membawanya ke RSUD Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal pada Jumat (1/5) pukul 23.00.

“Yang bersangkutan asli Desa Cintamanik. Tapi tinggal di Jakarta. Sakit di Jakarta. Terus kemarin dijemput keluarganya dari Cintamanik. Keadaan sudah tidak baik. Sampai Tegal langsung di bawa ke RSUD Soeselo,” kata Camat Bumijawa, Susworo, Minggu (3/5).

Setelah dibawa ke rumah sakit, lanjut Susworo, statusnya menjadi PDP. Hal itu karena pasien menderita penyakit yang menyerupai Virus Korona (Covid-19). Kendati sudah dirawat di ruang ICU, namun kondisi tubuh pasien sangat lemah, sehingga pasien menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (2/5) pukul 12.30.

“Pasien meninggal dunia. Statusnya PDP. Hasil swab belum diketahui,” sambung Susworo.

Susworo melanjutkan, pasien dimakamkan di Desa Cintamanik mendasari Standar Operasional Prosedur (SOP) pemakaman Covid-19. Pemakaman dipimpin Kapolsek Bumijawa Iptu Hozali bersama tiga anggotanya, dan empat petugas RSUD dr Soeselo, dua orang TRC Puskesmas Bumijawa serta empat orang perangkat desa. Pemakaman berlangsung lancar tanpa ada penolakan dari masyarakat setempat.

“Petugas pemakaman menggunakan APD lengkap,” imbuh Susworo. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA