Take a fresh look at your lifestyle.

40 Sekolah Lakukan Simulasi Pembelajaran di Era New Normal

PANGKAH- Simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di era new normal dilakukan oleh 40 sekolah di Kabupaten Tegal, mulai Senin (15/6).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Akhmad Was’ari mengatakan, simulasi skema pembelajaran di era new normal akan berlangsung selama lima hari, hingga Jumat (19/6) mendatang.

Menurut Was’ari, skema pembelajaran di era new normal ini hanya diikuti 40 lembaga dari 800 lebih lembaga yang ada.

“SMP ada lima sekolah dan SD ada 35 sekolah. Kami pastikan sekolah yang melaksanakan dari wilayah zona hijau,”jelasnya, saat melakukan pemantauan simulasi pembelajaran tatap muka di era new normal di SMP 1 Pangkah, Senin (15/6) pagi.

Hingga kemarin, di Kabupaten Tegal tercatat ada lima wilayah Kecamatan yang masuk dalam kategori zona merah. Yakni Kecamatan Slawi, Adiwerna, Bojong, Kedungbanteng dan Balapulang. Di lima wilayah tersebut, tidak ada sekolah yang melaksanakan simulasi skema pembelajaran tersebut.

Untuk dapat melaksanakan simulasi skema pembelajaran di era new normal, lanjut Was’ari, ada sejumlah rambu-rambu yang diperhatikan sekolah. Selain menerapkan protokol kesehatan, sekolah harus mendapat persetujuan dari  komite sekolah.

“  Dari hasil pantauan kami di sejumlah sekolah, hampir semua komite ada di sekolah, kepala desa juga ikut memantau,”terangnya.

Rambu-rambu berikutnya, apabila ada wali murid yang keberatan, maka tidak usah mengikuti simulasi, termasuk bila ada anak yang sakit. Pembelajaran tetap menggunakan protokol kesehatan, untuk SMP, satu kelas maksimal 16 siswa.

“Siswa masuk pukul 07.00. Pembelajaran dibuat shift. Nomor 1 sampai 16 berangkat hari ini.Sebelum selesai guru akan memberikan tugas sekolah. Jam 10.20 mereka pulang, ada yang dijemput orangtua atau naik sepeda. Kemudian absen 17 sampai 32 berangkat esoknya. Demikian seterusnya.

Pola tersebut, kata Was’ari akan dievaluasi. Mengenai skema KBM ini akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru, Was’ari menegaskan belum bisa memastikan.

Disebutkan, pelaksanaan simulasi dilakukan di saat yang tepat, karena sudah tidak ada pembelajaran. Materi pembelajaran yang disampaikan guru pada siswa pada hari itu tentang Covid-19, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Was’ari menyebutkan, banyak sekolah termasuk sekolah swasta  yang menginginkan bisa mengikuti simulasi skema pembelajaran di era new normal. Namun, hingga kemarin pihaknya belum menyetujui.

Adapun jumlah sekolah yang mengikuti simulasi ini  berkurang dari rencana semula. Jumat (12/6) lalu, disebutkan akan dilaksanakan di 5 SMP dan 39 SD negeri.

Namun, karena wilayah Kecamatan Balapulang menjadi zona merah, maka pelaksanaan simulasi yang direncanakan di empat SD dibatalkan.

“Simulasi hanya dilaksanakan di lima SMP yakni SMP 1 Pangkah, SMP 1 Tarub, SMP 1 Bumijawa, SMP 1 Margasari, SMP 1 Warureja dan 35 SD negeri di 13 wilayah kecamatan,”sebutnya.

Pelaksanaan simulasi di SMP 1 Pangkah juga dihadiri sejumlah kepala SMP. Diantaranya Kepala SMP 1 Slawi, Alfatah dan SMP 2 Adiwerna, Mujiarti.

Dua sekolah itu, sejak jauh hari sudah menyiapkan untuk mengikuti simulasi skema pembelajaran di era new normal. Diantaranya menyiapkan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun di setiap ruang dan menyemprot disenfektan di ruang kelas.

“SMP 1 Slawi batal ikut simulasi karena wilayah Kecamatan Slawi termasuk zona merah,”ungkap Alfatah.  (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA