Take a fresh look at your lifestyle.

34 SMP Negeri di Brebes Siap PPDB Online, Ini Alamat Situsnya

- 43 SMP Lainnya Secara Ofline, Termasuk Swasta

421

BREBES – Sebanyak 34 SMP negeri yang ada di Kabupaten Brebes,  siap melaksanakan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini secara online, di situs resmi brebes.siap-ppdb.com . Sementara sebanyak 43 sekolah SMP lainnya masih melaksanakan PPDB offline dengan penerapan protokol kesehatan, termasuk seluruh sekolah swasta yang ada di Kota Bawang.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Tahroni melalui Kasi Kurikulum dam Kesiswaan, Aditya Perdana menjelaskan, pelaksanaan pendaftaran PPDB online di wilayahnya akan dimulai pada 22 Juni dan ditutup pada 29 Juni mendatang. Dari sebanyak 77 SMP negeri yang ada di Brebes, yang siap melaksanakan PPDB online hanya sebanyak 34 SMP. Sekolah tersebut tersebar di 15 kecamatan, yakni Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung, Losari, Kersana, Banjarharjo, Larangan, Ketanggungan, Songgom, Jatibarang, Tonjong, Bumiayu, Paguyangan dan Bantarkawung. Sedangkan sebanyak 43 SMP negeri lainnya belum bisa melaksanakan karena terkendala jaringan. Sekolah tersebut tersebar di dua kecamatan. Yakni, Sirampog dan Salem yang lokasinya di pegunungan. Sekolah-sekolah tersebut tetap melaksanakan PPDB secara offline, dengan penerapan protokol kesehatan. “Sistem PPDB offline juga diterapkan di seluruh sekolah swasta. Ini karena sekolah tersebut berada di bawah yayasan. Namun kami telah mengirimkan surat edaran bagi yang offline wajib dengan protokol kesehatan,” terangnya, Senin (15/6).

Menurut dia, sejauh ini persiapan PPDB online sudah matang. Selain kesiapan jaringan internet dan alat pendukung lainnya, secara regulasi juga sudah siap. Artinya, saat ini Peraturan Bupati (Perbup) sebagai turunan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 11 tahun 2019 sudah diterbitkan. Termasuk, petunjuk teknis juga sudah ada. Pelatihan bagi kepala sekolah dan operator juga sudah dilaksanakan. “Kalau persiapan semua sudah fix, baik payung hukum hingga piranti peralatan sudah siap dan tinggal pelaksanaannya nanti mulai 22 Juni,” tandasnya.

Dalam PPDB online itu, lanjut dia, siswa nantinya dapat melaksanakan pendaftaran secara mandiri lewat internet. Mereka bisa mendaftar melalui situs brebes.siap-ppdb.com. Bagi siswa yang masih binggung, proses pendaftaran juga bisa dilakukan secara kolektif dengan dibantu masing-masing guru kelas 6. Dalam situs tersebut, seluruh sekolah yang melaksanakan PPDB online tersedia. Nantinya dalam pendaftaran PPDB online, masing-masing siswa mendaftar ke sekolah yang dituju dengan pilihan sekolah maksimal tiga. Ketika satu dari tiga pilihan sekolah tersebut tidak lolos, secara otomatis akan pindah ke pilihan lain. Namun ketika dari tiga pilihan sekolah tersebut seluruhnya tidak lolos, siswa masih mempunyai kesempatan mendaftar ke sekolah yang PPDB-nya offline atau ke sekolah swasta. “Selama proses PPDB online ini, kami juga menempatkan seorang petugas dari Telkom yang standby di Dinas Pendidikan. Ini untuk mengantisipasi ketika jaringan internet drop. Nah, kalau terkait listrik kami juga sudah bekerja sama dengan PLN Brebes,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam proses PPDB online tersebut sistem zonasi tetap diterapkan dengan mengacu Permendikbud. Yakni, kuota 50 persen untuk jalur zonasi, 15 persen untuk jalur afirmasi atau mengakomodir siswa kurang mampu, dan 5 persen untuk jalur ikut pindah tugas orang tua. Sedangkan untuk 30 persen, bagi jalur prestasi. “Jadi sistem zonasi tetap kami terapkan sesuai Permendikbud,” sambungnya.

Khusus bagi sekolah yang menerapkan PPDB online, sambung dia, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran terkait kewajiban menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya, sekolah yang biasanya hanya membuka 1-3 loket pendaftaran, kini bisa membuka 10-20 loket pendaftaran. “Ini kami maksudkan untuk menghindari berkumpulnya massa. Selain itu, siswa yang datang mendaftar juga wajib membawa alat tulis sendiri, wajib memakai masker dan sekolah wajib menyediakan handsinitizer atau tempat cuci tangan,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA