Take a fresh look at your lifestyle.

34 Mahasiswa Luar Daerah Butuh Bantuan

200

* Tak Bisa Mudik, PHB Tegal Salurkan Logistik

TEGAL – Sebanyak 34 mahasiswa luar daerah, dari Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal, kini membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup di tengah kebijakan pandemi Covid 19.

Mereka berasal dari sejumlah daerah, antara lain, dari Karawang dan Cilacap. Kemudian ada yang berasal dari luar Pulau Jawa. Seperti dari Palembang, Padang, Medan dan Jambi.

”Kami sangat memperhatikan nasib mereka. Karena tak bisa pulang kampung atau mudik lebaran. Ini karena seluruh kendaraan angkutan umum penumpang, baik darat, laut dan udara juga kereta api, tak beroperasi selama pandemi Covid 19. Jadi mereka masih terkatung-katung di Kota Tegal,” terang Direktur PHB Tegal Mc Chambali BEng EE MKom.

Selama berada di tempat kos atau asrama, kata dia, tentu mereka membutuhkan bantuan logistik seperti sembako dan lain-lainnya. Juga kebutuhan alat pelindung diri seperti masker dan hand sanitizer.

Berkait dengan kondisi tersebut, PHB Tegal telah menyalurkan bantuan bagi belasan mahasiswa ”perantau”, atau berasal dari luar daerah, yang kini tak bisa pulang kampung atau mudik lebaran. Bantuan diberikan dengan cara mendatangi tempat kos masing-masing, dan asrama tempat mereka tinggal.

Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan PHB Tegal Umi Baroroh SSiT MKes mengatakan, bantuan yang telah diberikan ke mahasiswa dari luar daerah, antara lain, kebutuhan logistik untuk sehari-sehari. Mulai dari vitamin, hand sanitizer, masker, makanan ringan dan susu.

”Banyak mahasiswa Kami berasal dari luar pulau masih menetap di kos maupun asrama. Keluarga juga mendukung agar mereka untuk sementara waktu tidak pulang kampung, atau mudik lebaran,” tandas Umi Baroroh.

Menurut dia, bantuan yang diberikan memang akan sangat membantu mahasiswa dalam upaya isolasi diri, dengan tinggal di rumah kos atau asrama. Itu demi mencegah rantai penularan virus korona.

Orang Tua Pengganti

Pihak kampus, kata dia, dalam situasi seperti sekarang, juga berperan sebagai orang tua pengganti dari mahasiswa luar daerah tersebut. Karena itulah, bantuan yang diberikan tak hanya berupa materi seperti keperluan pangan untuk kebutuhan sehari-hati, juga kebutuhan lainnya, termasuk soal kesehatan.

Kampus akan terus menerjunkan tim kesehatan, untuk memantau kondisi kesehatan mahasiswa perantau itu. Juga mahasiswa lainnya, yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan.

Perhatian kampus vokasi terhadap mahasiswanya yang masih berada di Kota Tegal yang telah menerapkan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan daerah-daerah sekitar seperti Kabupaten Tegal, Pemalang dan Brebes, disambut gembira kalangan orang tua dan mahasiswa.

Salah seorang mahasiswa PHB Tegal, Dicky Wahyudi mengungkapkan, dirinya sangat bersyukur mendapat bantuan logistik dan kebutuhan lainnya dari pihak kampus tempat dia berkuliah.

“Terima kasih PHB atas bantuannya. Karena sudah meringankan ‘beban hidup’ anak kos di tengah pandemik Covid 19 ini. Apa pun yang telah diberikan, di saat situasi dan kondisi seperti sekarang, sangat bermanfaat buat kami,” kata mahasiswa D3 Akuntansi PHB asal Kota Jambi.

Dia memang tak bisa pulang kampung, apalagi mudik lebaran karena berbagai hal. Selaih dari kesadaran sendiri untuk mencegah penularan virus kasat mata itu, juga sudah tak ada lagi angkutan penumpang yang beroperasi.

”Mau naik bus, kapal feri atau pesawat udara, sekarang tidak ada yang beroperasi. Saya pilih, diam diri di dalam kos. Tidak kemana-mana. Bantuan logistik dari kampus, bisa untuk menyambung kebutuhan hidup sehari-hari. Karena kiriman uang dari orang tua, sangat terbatas,” ucap dia.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA