Take a fresh look at your lifestyle.

19 Hektare Lahan Bendung Dukuhjati Alih Fungsi, BBWS Pemali-Juwana Diduga Melakukan Pembiaran

39

SLAWI, smpantura.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani (Gerindra) dan Agus Solichin (Golkar) telusuri penyebab banjir yang melanda di lima kecamatan. Kedua wakil ketua tersebut bersama Anggota Komisi IV Bintang Adi Prajamukti mengunjungi Waduk Cacaban dan Bendung Dukuhjati yang diduga terdapat keteledoran dalam membuka pintu air.

Sidak wakil ketua itu diawali di Waduk Cacaban dengan mendatangi Kantor Bendungan Cacaban. Dalam kunjungannya itu, Rudi dan Agus meminta penjelasan Koordinator Bendungan Cacaban Kuswandi. Kuswandi menjelaskan, bahwa saat hujan besar pada Senin (22/11), pintu air Waduk Cacaban tidak dibuka sama sekali. Hal itu dikarenakan pintu air sedang diperbaiki, sehingga tidak bisa dibuka.

“Pintu air tidak dibuka sama sekali,” ujarnya.

Dalam diskusi itu, dimungkinkan ada pintu air yang dibuka yakni di Bendung Dukuhjati yang menyebabkan air besar mengalir di Sungai Cacaban. Rombongan menelusuri ke Bendung Dukuhjati, bahkan dua wakil ketua dan anggota komisi IV rela jalan kaki dengan menempuh hampir 2 kilometer. Usai bertemu dengan Penjaga Pintu Bendung Dukuhjati, Minar diketahui kebenaran penyebab banjir di wilayah Kecamatan Warureja, Suradadi, Kramat, Dukuhturi, dan Adiwerna.

“Ternyata debit air sangat besar, sehingga pintu air dibuka yang menyebabkan wilayah pantura kebanjiran. Namun, jika tidak dibuka maka daerah hulu, yakni Dukuhjati dan Pesurungan juga kebanjiran,” kata politisi Gerindra Rudi Indrayani itu.

Namun, Rudi mengetahui bahwa ada lahan Bendung Dukuhjati seluas 19 hektare yang alih fungsi menjadi lahan pertanian. Padahal, lahan itu merupakan daerah penampung air. Hal itu dinilai yang menjadi penyebab air tidak bisa tertampung dan langsung menggelontor di Sungai Cacaban. Imbasnya, wilayah pantura kebanjiran yang menyebabkan ratusan rumah terendam.

“Lahan itu berada di tiga desa dan dimanfaatkan oleh warga di tiga desa tersebut, yakni Dukuhjati Kidul, Penujah dan Karanganyar,” jelasnya.

Agus Solichin yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tegal itu juga menilai bahwa alih fungsi lahan itu diduga ada pembiaran. BBWS Pemali-Juwana harusnya bisa menertibkan lahan tersebut, sehingga air tidak bisa tertampung di Bendung Dukuhjati.

“Sedimentasi tinggi, harus segera dinormalisasi. Jika tidak, maka banjir akan terus melanda wilayah Kabupaten Tegal,” pungkasnya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA