Take a fresh look at your lifestyle.

173 PNS Ikuti Seleksi Talent Scouting

197

SLAWI- Sebanyak 173 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Tegal dinyatakan memenuhi syarat administrasi mengikuti seleksi kompetensi penelusuran kader potensial (talent scouting) tahun 2020. Seleksi kompetensi akan dilaksanakan mulai 20 Juni sampai dengan 26 Juni 2020.

Kepala Badan Kepegawaian , Pendidikan dan Latihan Daerah (BKD) Kabupaten Tegal, Retno Suprobowati mengatakan, dari jumlah PNS yang lulus seleksi admininistrasi tersebut,  mengikuti talent scounting jabatan administrator sejumlah 84 orang, talent scouting jabatan pengawas sejumlah 62 orang, pejabat eselon IIIb sejumlah 13 orang dan pejabat eselon IV b sejumlah 14 orang.

Pelaksanaan talent scouting, kata Retno, dilaksanakan dengan bekerja sama dengan LSP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Dalama seleksi ini akan dilaksanakan uji kompetensi klasikal di SMK 1 Slawi, kemudian sesi wawancara di Gedung BPKAD lantai II, Gedung Bappeda danLitbang dan Gedung Dadali.

“Talent scouting dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan kualitas pembinaan dan pengembangan karir serta menjamin pemenuhan hak dan kesempatan yang sama bagi PNS Kabupaten Tegal,”terang Retno Suprobowati pada acara pengarahan peserta penelusuran kader potensial di Pendapa Amangkurat, Pemkab Tegal,Rabu (17/6).

Retno menyebutkan,dalam proses talent scouting ini,  jumlah PNS yang memenuhi syarat sesuai dengan daftar nominatif sejumlah 328 orang. Dari jumlah tersebut, PNS yang mendaftar secara online sebanyak 176 orang dan yang memenuhi syarat administrasi sejumlah 173 orang.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan melalui beberapa tahapan , yang dimulai dengan pengumuman pada tanggal 5 Maret 2020.

Sementara itu, saat membuka kegiatan tersebut, Bupati Tegal, Umi Azizah, menekankan  sikap profesional dalam pengembangan karir PNS seperti pada proses seleksi dan promosi jabatan terbuka tersebut.

“Saya minta kepada panitia seleksi agar mengedepankan aspek kompetensi dan prestasi kerja serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras, atau golongan,”tuturnya.

Lebih lanjut, Umi mengharapkan, agar reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal bisa berjalan baik, dimulai dari seleksi para pegawainya dengan menempatkan individu-individu yang tidak hanya berkompeten, tapi juga mampu menghasilkan terobosan, inovasi dan karya nyata untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja organisasinya baik dalam menjalankan tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan dan tugas pembangunan.

Sebagai program unggulan inovasi pembinaan karier dan promosi bagi PNS, Umi berpesan agar proses seleksi dilakukan secara terbuka, semata-mata dilandasi semangat untuk menghasilkan pegawai negeri sipil yang tidak saja profesional tapi juga punya etika.

Umi menambahkan, di era pemulihan pasca bencana Covid-19, pemerintah akan dipacu bekerja lebih cepat, lebih giat. Memastikan pelayanan publik bisa kembali berjalan normal dan adaptif terhadap penerapan protokol kesehatan.

“Kedepan, kita punya “PR” yang tidak ringan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan aktifitas sosial di masyarakat. Dan ini memerlukan dukungan sumber daya ASN yang handal, ditunjang dengan kepemimpinan yang berintegritas,”tuturnya.(Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA