Take a fresh look at your lifestyle.

115 Karya Inovasi Pemkab Tegal Diapresiasi Deputi LAN RI

24

SLAWI-smpantura.com- Sebanyak 115 karya inovasi Pemkab Tegal mendapat apresiasi dari Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Tri Widodo Wahyu Utomo.

Apresiasi ini disampaikan usai menyaksikan penayangan nominasi inovasi dari 48 organisasi perangkat daerah (OPD), 11 Puskesmas dan satu badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Tegal di Ballroom Syailendra, Hotel Grand Dian Slawi, Senin (22/11) siang.

Banyaknya nominasi inovasi yang diluncurkan Pemkab Tegal pada tahap deliver Laboratorium Inovasi Pelayanan Publik ini cukup memukau Widodo. Pasalnya, menurut pria kelahiran Yogyakarta tersebut, tidak banyak daerah yang memiliki inovasi hingga ke tingkat bawah.

“Di sini saya lihat inovasinya sangat beragam dan hampir semua OPD termasuk kecamatan ikut serta dan tidak mau ketinggalan untuk membuat inovasi yang bisa berkontribusi memajukan Kabupaten Tegal,” kata Widodo.

Padahal, lanjutnya, Pemkab Tegal tahun 2019 lalu hanya punya sedikit inovasi sehingga mendapat skor nilai 140 atau menduduki peringkat ke-195 dengan menyandang predikat kurang inovatif. Tetapi, di tahun 2020, sebagaimana tertera pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI, Indeks Kepuasan Daerah Pemkab Tegal meningkat dan naik peringkat menjadi ke-27. Dari sini kemudian diseleksi kembali dan pada akhirnya menghantarkan Pemkab Tegal menjadi peringkat ke-12.

“Jadi, Pemkab Tegal sekarang sedang berjalan menuju ke predikat kabupaten terinovatif. Saya sangat bangga dan ini patut diacungi jempol,” ujarnya.

Widodo pun berharap, dari inovasi yang ada saat ini dapat memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Tegal. “Semoga inovasi yang ada ini bisa memberikan dampak signifikan bagi Kabupaten Tegal,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah berpandangan bahwa membangun daerah, terutama dalam merespon tantangan global, tidak bisa lagi hanya dengan mengandalkan cara-cara biasa atau bussiness as usual.

“Harus ada nilai tambah pada output yang besar atau produktivitas yang tinggi dari efisiensi faktor inputnya. Dan itu, titik tumpunya ada di kemauan dan kemampuan daerah dalam berinovasi,” kata Umi.

Sehingga, melalui konsep pendampingan Laboratorium Inovasi LAN RI ini Umi berharap akan lahir champions of innovation atau smart Aparatur Sipil Negera (ASN) yang memiliki semangat membangun lewat gagasan inovasi pelayanannya yang bervisi jauh ke depan.

Umi pun meminta, momen ini bisa ditangkap Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah dengan memberikan reward atau penghargaan kepada ASN inovator.

“Maka, kemarin pada seleksi terbuka pejabat pimpinan tinggi pratama BKD saya titip pesan untuk bisa mengembangkan konsep reward atau penghargaan kepada individu ASN inovator atau berprestasi yang dikemas lewat program employee of the year dari mulai tingkat OPD hingga kabupaten,” ujarnya.
Ditekankan pula perlunya konsep employee of the month di masing-masing unit pelayanan. Petugas yang dinilai memberikan pelayanan terbaik fotonya terpampang di ruang pelayanan.

Umi mengharapkan, melalui pendekatan Laboratoriun Inovasi ini ada resultan kematangan pada setiap inovasi sehingga berdampak pada peningkatan kinerja pelayanan dan daya saing. “Ini penting untuk menjaga kesinambungan, membangun perekonomian daerah yang tangguh, lingkungan lestari, kehidupan sosial inklusif dan tata kelola yang baik,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya kepada LAN RI yang telah melakukan pendampingan penumbuhan inovasi melalui Laboratorium Inovasi ini, dari sejak tahapan drum up hingga deliver.
Penciptaan inovasi di masing-masing unit kerja ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah mewujudkan one agency one innovation.

“Saya berharap semua inovasi ini dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tujuannya. Sehingga akan tercipta budaya kerja baru yang inovatif dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah,” jelas Joko.(T04-Red)

BERITA LAINNYA