Take a fresh look at your lifestyle.

Bendera Hitam Dikibarkan, 98 persen Nelayan Tanjungsari Tidak Melaut

161

PEMALANG – Polisi air (Pol air) Polres Pemalang dan unsur kemaritiman di Kabupaten Pemalang sejak dua hari terakhir memasang bendera hitam di ujung muara sungai sebagai tanda bahaya. Diperkirakan 98 persen nelayan di TPI Tanjungsari Pemalang sudah tidak berani melaut, sebab cuaca ektrim di laut Jawa.

“Sebagian besar nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjungsari, Pemalang atau lebih dari 90 persen tidak berani melaut sebab sedang gelombang besar dan angin kencang. Bahkan saat ini bisa dianggap sebagai musim paceklik, sebab kondisi laut kurang bersahabat apabila nelayan nekat mencari ikan,” ujar Rohadi, salah seorang nelayan di TPI Tanjungsari, Pemalang, kemarin.

Ia mengatakan, nelayan di Tanjungsari sebagian besar tidak melaut sejak awal bulan Januari hingga sekarang. Apabila ada yang melaut, hanya di pinggir pantai saat siang hari, sebab mereka tidak berani ke tengah. Waktu melaut mereka rata rata pendek, antara setengah hari hingga satu hari. Untuk kapal yang biasa melaut antara tiga hari hingga satu minggu, semuanya memilih tidak melaut sebab kondisi cuaca di laut berbahaya. Saat ini sudah masuk musim baratan sehingga anginnya kencang dan gelombang tinggi, apabila nekat melaut ke tengah diperkirakan hasil tangkapannya tidak maksimal. Bahkan berdasarkan informasi dari nelayan yang nekat melaut, hasil tangkapnnya minim, tidak bisa menutup biaya operasionalnya. Sebagian besar nelayan di Tanjungsari memilih istirahat sambil memperbaiki perahu atau alat tangkap mereka yang rusak. Untuk biaya hidup sehari hari sebagian menggunakan uang simpanan apabila tidak memiliki tabungan mereka pinjam pada juragan kapal atau pemilik kapal tempat mereka kerja.

“Bendera hitam sudah kita pasang sebagai tanda bahaya, tetapi kita sifatnya hanya menghimbau pada masyarakat nelayan. Selain itu, Pol Air segera memasang spanduk yang isinya himbauan agar nelayan tidak melaut, rencananya di pasang di TPI Tanjungsari dan TPI Asemdoyong,” tandas Kasat Pol Air Polres Pemalang, AKP Sunardi.

Ia mengatakan, himbau kepada para nelayan terkait dengan cuaca ekstrim terus dilakukan dari pihak Pol Air. Namun pihaknya tidak bisa melarang apabila mereka nekat melaut, sebab hal itu kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan sehari hari. Berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG, bahwa tinggi gelombang laut antara 0,75 hingga 1,5 meter. Kondisi cuaca ektrim tersebut diperkirakan hingga dua minggu kedepan. Sebagian besar nelayan di Tanjungsari sudah paham dengan bahaya yang mengancam, sehingga sebagian besar nelayan tidak melaut, bahkan diperkirakan 98 persen kapal tidak melaut.(H77/Red_03)

BERITA LAINNYA