Take a fresh look at your lifestyle.

Bencana Banjir di Brebes Sudah Diberitakan Sejak 1920 di Koran Belanda

73

BREBES – Selain dikenal dengan bawang merah dan telur asinya, Kabupaten Brebes juga dikenal sebagai daerah langganan banjir dari tahun ke tahun. Bencana banjir yang melanda wilayah Brebes ini, ternyata sudah diberitakan sejak tahun 1920. Pemberitaan itu muncul melalui koran berbahasa Belanda.

Sejarahwan Brebes, Wijanarto mengungkapkan, bencana banjir bandang itu bagian dari pageblug (wabah/pandemi) yang bukan penyakit. Sejak tahun 1920-an wilayah Kecamatan Brebes di utara dan tengah mengalami persoalan banjir. Bencana itu timbul bukan hanya karena curah hujan tinggi, tetapi berkaitan juga dengan ekologi sungai dan tata ruang, yang turut andil memantik pageblug ini. Selain sungai, bentuk wilayah pemukiman baru tanpa tata kelola saluran juga menjadi problem.

“Bukti-bukti bencana banjir di Brebes sudah diberitakan di media massa ini, dari kliping-kliping koran berbahasa Belanda. Sejak tahun 1920-an, sudah ada berita di koran berbahasa Belanda yang menginformasikan bencana banjir di Brebes,” ungkapnya, Selasa (26/1).

Menurut dia, dalam berita koran berbahasa Belanda itu, bahkan menginformasikan banjir yang terjado di wilayah Brebes mengancam perjalanan kereta api di utara, yang dikelola perusahaan Semarang Cheriboon Stroomtram Maatschappij (SCS) dan perusahaan Staatsspoorwegen (SS) di Brebes Tengah yang menghubungkan Cirebon – Kroya. Kemudian, di tahun 1926 dan 1930 tercatat banjir meluluhlantakkan Brebes. “Semua ini ada di kliping-kliping koran berbahasa Belanda,” tandasnya.

Sebagai contoh, lanjut dia, berita berbahasa Belanda yang berjudul ‘Bandjir In Brebes, Hevigste Sedert Jaren’. Berita tertanggal 23 Maret itu menginformasikan bencana banjir yang terjadi di Brebes, tepatnya di Kecamatan Wanasari dan Jatibarang akibat meluapnya Sungai Pemali. Kemudian, berita berjudul ‘Brebes, De Bandjirs’. Berita itu menginformasikan banjir yang melanda wilayah Brebes, hingga berdampak pada saran transportasi antara Tegal-Slawi-Jatibarang-Ketanggungan-Tanjung.

“Selain banjir, bencana lain yang diberitakan dalam koran berbahasa Belanda ada di tahun 1955. Dimana, menyebutkan ada 23 warga desa Ciputih Bentasari Kecamatan Salem meninggal akibat keracunan makanan. Tidak disebutkan makanan apa yang dikonsumsi, sehingga menjadi tragedi. Media hanya menyebutkan akan dilakukan investigasi atas kejadian yang memilukan membuktikan hal ini,” paparnya.

Di musim penghujan seperti saat ini, Brebes menjadi daerah paling rawan banjir. Untuk itu, warganya diminta meningkatkan kewaspadaan. (*)

BERITA LAINNYA