Take a fresh look at your lifestyle.

Belum Ada Izin Belajar Tatap Muka, SMAN 1 Kersana Kolaborasikan KBM

230

* Sarana Prasarana Sudah Siap

BREBES – Hal menarik di masa Pandemi Covid 19, bakal ditunjukkan jajaran pengajar SMAN 1 Kersana Kabupaten Brebes.

Lantaran belum ada izin menerapkan belajar tatap muka langsung, sekolah itu melakukan terobosan menarik. Yakni, mengolaborasikan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kolaborasi yang bakal diterapkan, tetap ada kegiatan belajar tatap muka, tapi dengan jumlah siswa atau peserta didik yang terbatas, dan jam terbatas pula.

Sehari ada empat jam di sekolah, selebihnya, para pelajar dianjurkan untuk belajar di rumah.

”Ya kami lebih banyak menerapkan sistem daring. Tapi untuk mengurangi kejenuhan belajar, kelak akan diterapkan KBM dengan tatap muka.

Kami tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti jaga jarak, rajin cuci tangan dan membagikan masker gratis untuk dipakai siswa siswi kami yang hari itu masuk sekolah,” terang Kepala Sekolah SMAN 1 Kersana Yuniarso Amirudin MSi.

Dia mengungkapkan, untuk menerapkan kolaborasi tersebut, pihaknya sudah mempersiapkan dengan berbagai kegiatan in house training maupun workshop. Seperti kegiatan yang digelar beberapa hari menjelang tahun ajaran baru dibuka.

Menariknya, kegiatan tersebut secara kebetulan ditinjau langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Jumeri STP MPd.

Dia hari itu melakukan sidak di sejumlah sekolah di Jateng, dan singgah di SMAN 1 Kersana.

Kegiatan pembekalan tersebut, dengan pemateri dari kalangan interen sekolah. Seperti Kepala Sekolah itu Yuniarso Amirudin MSi, Wakasek Bidang Kurikulum Eko Prayitno MPd.

Pihak sekolah pun tak menyia-nyiakan kesempatan langka atas kehadiran Kadinas Pendidikan Provinsi Jateng Jumeri STP MPd.

Dia yang hari itu memantau langsung kegiatan workshop, pun didaulat untuk memberikan pembekalan dan wejangan penting kepada seluruh guru sekolah tersebut.

Bekal Penting

Kepada Kadinas Pendidikan Jateng mengatakan, penting untuk terus meningkatkan pembekalan pada diri pengajar atau guru.

Sebab dapat menjadi bekal penting peningkatan kompetensi dan kapabilitas guru.

Baik untuk menerapkan model pembelajaran tatap muka langsung yang waktu dan jumlah peserta didiknya terbatas, maupun penerapan model daring.

”Teknologi informasi telah berkembang pesat dengan kemunculan handphone berbasis android. Baik guru maupun peserta didiknya, harus menguasai teknologi ini. Khususnya dalam menerapkan belajar mengajar jarak jauh,” terang Jumeri.

Sementara itu, Yuniarso selain memberikan pembekalan tentang model pembelajaran jarak jauh atau daring dengan teknologi internet, juga melaporkan kesiapan sekolahnya untuk menggelar KBM Tatap Muka.

Dia juga mengungkapkan sekolahnya yang berlokasi didekat perbatasan Jateng-Jabar itu, memiliki 329 peserta didik baru, yang dibagi dalam sembilan rombongan belajar (rombel) atau kelas. Dari jumlah total sebanyak 950 pelajar.

Untuk memenuhi penerapan protokol kesehatan dalam KBM tatap muka, sekolah menyediakan sembilan wastafel atau tempat cuci tangan beserta sabun cuci untuk cuci tangan, dan 12 unit alat pengukur suhu tubuh atau Thermogun.

Surat Keterangan

Sedangkan saat para pelajar masuk sekolah, harus menyertakan surat keterangan sehat dari puskesmas. Pihak sekolah juga mengambil inisiatif dengan menyediakan masker gratis yang dibagikan ke para pelajar.

Hanya saja, saat tahun ajaran baru dibuka pada Senin 13 Juli lalu, sore harinya pihak sekolah baru mendapat surat edaran, agar tidak menggelar KBM tatap muka langsung. Karena belum ada izin dari Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Brebes.

”Akhirnya ya, kembali lagi dengan sistem pembelajaran daring. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pun yang sudah telanjur digelar secara tatap muka langsung, pun dilanjutkan dengan model daring,” terang Yuniarso Amirudin MSi.

Di sisi lain, sebenarnya sekolah tersebut dilihat dari kesiapan guru, sarana dan prasarana yang memenuhi penerapan aturan protokol kesehatan telah memenuhi syarat.

Bahkan, wilayah Kersana masuk zona hijau. Itu artinya sekolah tersebut, layak untuk menggelar KBM Tatap Muka Langsung. Meski dengan segala keterbatasan.

Yakni, jumlah siswa yang masuk sekolah sebanyak 30 persen. Kemudian jam belajar di sekolah hanya empat jam sehari. Sisanya dilanjutkan belajar di rumah dengan sistem daring atau online.(Riyono/red-07)

BERITA LAINNYA