Take a fresh look at your lifestyle.

Beli Pupuk Subsidi, Petani Dibebani Beli Pupuk Non Subsidi

194

SURADADI – Petani di wilayah Suradadi, Kabupaten Tegal dibebani harus membeli pupuk non subsidi saat beli pupuk bersubsidi. Petani harus membeli pupuk non subsidi 10 persen dari pembelian pupuk bersubsidi.

” Mereka mengeluh dengan adanya kewajiban pembelian pupuk bersubsidi dan non subsidi. Mereka merasa keberatan karena harga pupuk non subsidi sangat mahal,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal yang mewakili masyarakat Kecamatan Suradadi, Bakhrun, Rabu (17/6).

Politisi PKS itu mengatakan,bpupuk non subsidi yang harus dibeli petani di pengecer yakni Nitroku dan NPK Phonska. Pembelian minimal 10 persen dari pembelian pupuk bersubsidi. Misal, ketika petani membeli pupuk bersubsidi 100 kilogram dengan harga Rp190 ribu, maka harus membeli pupuk non subsidi 5 kilogram seharga Rp10 ribu perkilogram.

“Sebenarnya ini kebijakan siapa. Apakah distributor, pengecer atau dari pemerintah. Petani keberatan,” ujarnya.

Terpisah, Pimpinan Distributor Pupuk Wilayah Suradadi, Slamet Bunasir membenarkan jika ada sistem silang untuk pembelian pupuk subsidi dan non subsidi. Menurutnya, sistem itu merupakan kebijakan dari Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).

“Ini karena alokasi pupuk subsidi di setiap distributor berkurang 20 persen. Jadi penjualannya sistem silang, antara pupuk subsidi dan non subsidi,” ujar Bunseng, sapaan akrabnya.

Menurut dia, cara itu memang dianjurkan PIHC ke pengecer melalui distributor. Tujuannya, untuk mencegah beredarnya pupuk palsu dan membiasakan petani supaya menggunakan pupuk berimbang.

“Pada prinsipnya, cara ini untuk mencukupi ketersediaan pupuk di lapangan, karena alokasi kami berkurang,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA