Take a fresh look at your lifestyle.

Belasan Pencuri Kendaraan Bermotor Diringkus Polisi

100

SLAWI- Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal berhasil meringkus belasan pencuri kendaraan bermotor roda dua dan roda empat,  yang selama ini meresahkan warga di Kabupatn Tegal.

Sebanyak 12 pelaku dan tiga penadah, dari berbagai daerah ditangkap dalam jangka waktu tiga bulan terakhir ini. Sementara satu orang masih dalam pencarian (DPO).

Wakapolres Tegal Kompol Arianto Salkery menuturkan, para pelaku ini melakukan aksinya di enam kecamatan yang tersebar di Kabupaten Tegal.Yakni , di Kecamatan Pangkah, Margasari, Dukuhwaru, Tarub, Slawi dan Talang.

Para pelaku tersebut bukan merupakan satu jaringan. Mereka melakukan tindak kejahatan secara sendirian maupun berkelompok. Pencurian terjadi sejak Januari hingga Agustus 2019.

Arianto menyebutkan, pencurian kendaraan roda dua terjadi di lima TKP. Yakni di Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi, Desa Danaraja, Kecamatan Margasari, Desa Karangjati, Kecamatan Margasari, Desa Gumayun, Kecamatan Dukuhwaru dan Desa Kalikangkung, Kecamatan Pangkah.

Adapun pencurian roda empat dilakukan pelaku Sutardi (42) asal Kabupaten Indramayu di dua lokasi, yakni di Desa Talang, Kecamatan Talang dan Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi.

Dari 16 pelaku ini, ada tiga pelaku yang masih berusia anak-anak. Bahkan dua diantaranya masih berstatus pelajar , sedangkan satu orang telah bekerja sebagai karyawan toko. Mereka berperan sebagai pelaku dan penadah.

Wakapolres mengatakan, dari kasus tersebut, tujuh sepeda motor dan satu unit mobil diamankan sebagai barang bukti. Kendaraan tersebut ditunjukkan pada saat konferensi pers di Mapolres Tegal, Jumat (23/8) pagi.

“Dari kasus ini, mobil dan motor hasil curian maupun sarana kejahatan diamankan di Mapolres Tegal sebagai barang bukti hasil curian,” jelasnya.

Sementara, Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo menuturkan, dari 16 pelaku tersebut terdapat dua wanita yang diamankan karena kasus tersebut.

Dari dua wanita ini, satu orang yakni Anisah (37) warga Tonjong, Kabupaten Brebes tidak ditahan karena hamil delapan bulan.

Sementara Liswati (40) warga Desa Gumayun, Kecamatan Dukuharu sudah 13 hari ditahan dan saat ini sudah dipindahkan ke Lapas.

Ibu rumah tangga ini mengaku mengambil sepeda motor saudaranya dengan menggunakan kunci duplikat.

“Motor saya gadaikan Rp 3 juta. Uangnya untuk membayar angsuran KUR Rp 2,4 juta dan Rp 600 ribu untuk bayar arisan,”ujar wanita y ang mengaku dagang rujak dan gorengan.

Kasatreskrim menyebutkan, untuk tiga pelaku yang masih anak-anak, Polres  Tegal melakukan upaya diversi. Namun, hanya satu anak yang tidak ditahan, yakni yang bertindak sebagai penadah. Adapun, dua orang lainnya ditahan karena dalam proses diversi tidak ada titik temu.

Untuk  para pelaku pencurian dijerat  pasal 363 KUHP, sedangkan untuk para penadah dijerat dengan pasal 480 KUHP. (Sari/Red 6)

 

BERITA LAINNYA