Take a fresh look at your lifestyle.

Bejat, Bapak dan Kakak, Tega Cabuli Adik Kandungnya di Kamar

147

PEKALONGAN – Aksi bejad dilakukan seorang bapak dan anak laki-lakinya, dengan melakukan aksi pencabulan terhadap anak dan adik kandungnya sendiri. Agus Wahyono (49), sang ayah dan AH (17), anak laki-lakinya (kakak korban), tega mencabuli adik kandungnya yang masih tinggal satu rumah di Jalan Slamet Utara Kelurahan Bendan Kergon Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan. Korban sebut saja Bunga (13) (bukan nama sebenarnya-red). Aksi pencabulan sendiri dilakukan di kamar rumah yang masih satu atap.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez, melalui Kasatreskrim AKP Ahmad Sugeng, dalam konferensi pers, Selasa (8/9) siang menjelaskan, aksi asusila yang dilakukan masih satu keluarga itu diketahui, setelah adanya laporan dari ibu korban. Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui korban telah dicabuli oleh bapak dan kakaknya di rumahnya. Pihaknya menjelaskan, peristiwa itu terjadi sejak tahun 2018, sang bapak terlebih dahulu mencabuli anak kandungnya, yang saat itu korban sedang terlelap tidur di kamarnya.

Korban sendiri sempat menolak, tetapi dipaksa, dan diancam oleh bapaknya jika tak menuruti nafsu bejatnya. Dan, akhirnya aksi pencabulan pun terjadi. Aksi bejat itu terjadi berulang-ulang. Tak hanya itu, aksi yang sama juga dilakukan oleh kakaknya. Pada tahun 2019, kakaknya justru mengikuti jejak bapaknya, dengan mencabuli adik kandungnya. Kejadian itu juga dilakukan di rumah yang sama tanpa sepengetahuan ibunya. Pada saat malam hari, tersangka masuk ke kamar korban, dan aksi pencabulan dilakukan. Korban sendiri sempat menolak, tetapi dipaksa dan diancam pula. Akhirnya aksi bejat itu tercium dan baru diketahui ibu kandungnya belakangan ini, dan kemudian melapor ke Satreskrim Polres Pekalongan Kota.

“Tersangka sendiri dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal lima belas tahun kurungan penjara,” terang AKP Ahmad Sugeng. Sementara, tersangka Agus Wahyono mengaku tega mencabuli anak kandungnya karena nafsu birahinya memuncak meski sudah memiliki istri yang juga ibu korban. Dirinya mengaku sudah berulang kali mencabuli anaknya. “Saya khilaf, mas,,” tutur Agus, yang tiap harinya berprofesi sebagai buruh harian lepas itu. Hal yang sama juga diakui tersangka AH, yang diketahui kakak korban. Pihaknya mengaku, sudah tiga kali mencabuli adik kandungnya. (Kwd/Red9)

BERITA LAINNYA