Take a fresh look at your lifestyle.

Bayi di Brebes Ini Diberi Nama Dinas Komunikasi Informatika Statistik

149

BREBES, smpantura.com – Seorang bayi di Kabupaten Brebes mempunyai nama cukup unik. Oleh orang tuannya bayi itu, diberi nama Dinas Komunikasi Informatika Statistik. Lalu, apa alasannya?

Bayi laki-laki yang lahir pada 23 Desember 2020 ini, merupakan anak kedua dari pasangan Slamet Wahyudi (38) dan Ririn Linda Tunggal Sari (33), warga Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu.

“Nama panggilan anak saya ini Dinko, kalau nama panjangnya Dinas Komunikasi Informatika Statistik. Anak ini lahir pukul 23.00 pada 23 Desember 2020 lalu,” tutur Slamet Wahyudi (38), sambil memperlihatkan foto buah hatinya itu, Rabu (7/4).

Yoga (panggilan akrab Slamet Wahyudi-red), anak keduanya diberi nama sama persis dengan nama sebuah instansi pemerintahan di Pemkab Brebes itu, karena ia mempunya nazar atau janji. Dalam nazarnya, Yoga mengaku, jika Allah SWT memberikan karunia seorang anak laki-laki, akan diberi nama sama dengan tempat kerjanya. “Saya memberi nama anak ini, sebagai penghargaan untuk tempat kerja saya. Alhamdulilah istri saya juga tidak keberatan dengan nama ini, meski kedengarannya aneh,” katanya.

Ya, Yoga sejak tahun 2003 lalu mengabdi di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Pemkab Brebes, yang dulu namanya Kantor Informasi dan Kehumasan (KIK). Awal mengabdi, ayah Diko menjadi tenaga honorer sebagai penyiar radio. Kemudian, di tahun 2009 ia akhirnya resmi diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik. Saat ini Yoga bertugas di Bagian Kustodian Pengurus Barang dinas tersebut.

“Jadi, alasan saya memberi anak ini selain nazar, juga karena berkaitan dengan perjuangan hidup saya di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik. Di dinas ini saya mulai bekerja sebagai honorer hingga diangkat menjadi ASN. Di dinas ini, sumber kehidupan keluarga saya ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, memang awalnya orang tuanya mempertanyakan nama yang diberikan ke cucunya tersebut. Namun setelah mendapat penjelasan dari dirinya, baru bisa menerima dan tidak keberatan. “Awalnya hanya orang tua yang agak keberatan, tapi setelah tahu alasannya tidak mempersalahkan dan mengizinkan,” terangnya.

Yoga menyadari, nama anaknya itu memang tidak lazim dengan nama anak pada umumnya. Namun ia yakin, ketika besar dan bergaul dengan teman-teman seusianya, anaknya akan mampu menyandang namanya tersebut. “Ketika besar nanti, saya berharap anak ini bisa menjadi anak yang soleh, berbakti pada orang tua dan bermanfaat bagi agama serta negara,” pungkasnya.

(T07-red)

BERITA LAINNYA