Take a fresh look at your lifestyle.

Baru Dirazia, PMKS Kembali Berkeliaran di Jalan

142

TEGAL – Para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) kembali berkeliaran di Kota Tegal, Jumat (7/2) siang, setelah beberapa hari lalu sempat ditertibkan Tim gabungan Dinas Sosial (Dinsos) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat.

Pantauan di lapangan, para PMKS mulai dari pengemis hingga pengamen masih terlihat di beberapa sudut jalan protokol di Kota Bahari. Seperti di sepanjang Jalan Ahmad Yani, pertigaan Jalan Diponegoro (gili Tugel-red), pertigaan Yogya Mall, simpang empat Jalan Mayjend Sutoyo (Pos Maya-red), simpang empat Jalan DI Panjaitan, kawasan Alun-alun dan pelataran Masjid Agung.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Tegal, H Dedy Yon Supriyono menegaskan, PMKS merupakan masalah bersama yang sangat kompleks dan harus dituntaskan. Untuk itu, pihaknya meminta seluruh lapisan masyarakat, baik ASN maupun Satpol PP untuk bisa bertindak secara humanis.

“Tidak perlu lagi razia, kejar-kejaran. Untuk ASN juga harus menyampaikan pesan kepada keluarga atau kerabat. Mulai sekarang jangan memberi uang kepada mereka di jalan. Meskipun kita iba, tetapi dengan memberi uang, justru kita menjadikan mereka tetap seperti itu,” tegas Dedy saat memimpin apel bersama ASN di Halaman Pendapa Ki Gede Sebayu, Jumat (7/2).

Sementara itu, razia gabungan yang dimotori Dinsos, Rabu (5/2) kemarin berhasil menjaring 19 orang PMKS. Dari jumlah tersebut, 15 orang ditempatkan di Rumah Singgah, Kota Tegal dan sisanya dipulangkan ke rumah masing-masing.

Kasi Rehabilitas Sosial, Budi Santosa mengatakan, belasan orang PMKS yang terdiri dari 10 laki-laki dan 9 perempuan, mayoritas berasal dari luar daerah. Berdasarkan karakteristiknya, mereka terdiri dari pengamen, pengemis dan gelandangan.

“Bagi yang berdomisili Tegal, mereka langsung dipulangkan. Sementara yang dari Kabupaten Tegal, Brebes, Cirebon dan Pati kita tampung di Rumah Singgah,” bebernya.

(haikal/red2)

BERITA LAINNYA