Take a fresh look at your lifestyle.

Baru Dibersihkan, Sampah Kembali Menumpuk di Kaligung

109

TEGAL – Belum genap satu pekan dibersihkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal, ribuan sampah kembali menumpuk di Sungai Kaligung, Selasa (25/2). Pemandangan kurang sedap tersebut terlihat di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur.

“Hari ini dibersihkan, besok datang lagi,” keluh Kepala Bidang Perairan DPUPR Kota Tegal, Daryati.

Menurutnya, penanganan sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) se-Kota Tegal dilakukan secara berkala. Mengingat luasnya aliran yang ditangani, pihaknya tidak bisa memperkirakan waktu penanganan.

Namun demikian, melihat urgensi, tim yang berada di lapangan selalu siap untuk melakukan pembersihan jika dibutuhkan. Selama musim hujan, Daryati membeberkan, penanganan sampah di aliran sungai di Kota Tegal mengalami peningkatan.

“Pembersihan ini seharusnya dibarengi dengan kegiatan non fisik. Sosialisasi menyadarkan warga masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai,” tegasnya.

Terpisah, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono akan menindaklanjuti penanganan sampah limpasan yang bermuara di Kota Bahari melalui aliaran sungai. Pihaknya berharap, akan ada upaya bersama dari kota dan kabupaten Tegal untuk menggalakkan komunitas pecinta sungai.

Dalam kesempatan itu, dirinya mencontohkan Kabupaten Brebes, yang telah berhasil membentuk Masyarakat Jaga Kali (Masjaka). Dedy menilai, hal positif tersebut dapat dikloning di Kota Tegal dan Kabupaten Tegal.

Sementara itu, keprihatinan juga muncul dari Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) Kota Tegal. Ketua Asobsi, Rohmat Budi Sanjoyo mengaku prihatin dengan banyaknya sampah yang menumpuk di aliran Sungai Kaligung.

Melimpahnya berbagai macam sampah di sungai, menunjukkan rendahnya kesadaran, perhatian dan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah. Padahal, jika semua sampah tersebut sudah dipilah dan kemudian disetorkan ke bank sampah, maka dengan volume sampah sebanyak itu otomatis uang hasil penjualan sampahnya pun akan besar.

“Di Asobsi Kota Tegal, sampah itu bisa menjadi rupiah, asalkan sudah terpilah,” bebernya.

Ditambahkan Rohmat, ke depan setiap Rukun Warga (RW) harus memiliki bank sampah, sehingga seiring bangkitnya kesadaran memilah sampah oleh warga, maka warga tidak bingung akan membawa kemana sampah-sampahnya untuk dijual. (Haikal/red2)

BERITA LAINNYA