Take a fresh look at your lifestyle.

Baru Buat KK, Puluhan Keluarga di Desa Slarang Kidul Ajukan Bantuan

210

SLAWI – Puluhan keluarga di Desa Slarang Kidul, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal mengajukan bantuan sembako bagi warga yang terdampak Virus Korona (Covid-19). Hal itu dikarenakan warga baru membuat Kartu Keluarga (KK) yang digunakan sebagai syarat mendapatkan bantuan tersebut. Namun demikian, pihak desa akan mengakomodir pengajuan warga dengan mengusulkan ke pemerintah.

“Sekitar 90 keluarga yang mengajukan baru. Mereka baru membuat KK karena sebelumnya masih menginduk ke KK orangtua,” kata Kades Slarang Kidul, Sahyudin, Senin (22/6).

Dikatakan, keluarga yang mengajukan usulan baru akan diakomodir terlebih dahulu. Kendati tidak menjanjikan akan mendapatkan bantuan tersebut, namun pihak desa akan mengusulkan ke Pemerintah Pusat, Pemkab Tegal, dan Pemprov Jateng. Kemungkinan, usulan warga itu bisa diakomodir dalam DD karena informasinya bantuan itu akan diperpanjang tiga bulan kedepan. Namun, dengan nilai lebih kecil sebesar Rp 300 ribu perkeluarga.

“Jadi, bantuan dari DD nantinya menjadi enam bulan hingga bulan Oktober. Untuk program lainnya belum ada kejelasan,” terangnya.

Menurut dia, warga yang terdampak Covid-19 di desa tersebut sebanyak 1.007 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dari jumlah itu, sebanyak 509 KPM mendapatkan bantuan sembako dari Pemprov Jateng senilai Rp 200 ribu, 50 KPM dari APBN senilai Rp 600 ribu, 333 KPM dari APBD Kabupaten Tegal senilai Rp 200 ribu, dan 115 KPM dari Dana Desa (DD) senilai Rp 600 ribu. Jumlah itu merupakan warga yang sudah memiliki KK lama.

“Hampir semuanya yang terdampak memiliki KK lama mendapatkan bantuan,” katanya.

Camat Lebaksiu, Domiri saat monitoring di Desa Slarang Kidul menuturkan, bantuan yang saat ini akan didistribusikan untuk sembako APBN BPNT untuk bulan Mei dan Juni. Jadi, 1 KPM mendapatkan dobel bantuan senilai Rp 400 ribu. Menurut pantauannya, pendistribusian yang direncanakan dilakukan selama tiga hari mulai Senin (22/6) itu, berjalan lancar dan sembako layak konsumsi. Jika ada warga yang sudah meninggal dunia dan masih mendapatkan bantuan, akan dialihkan ke ahli warisnya. Namun, jika ahli warisnya mampu maka akan alihkan ke warga lainnya yang membutuhkan.

“Jika ada warga yang belum dapat bantuan silahkan laporan desa,” katanya.

Ditambahkan, pengajuan baru itu nantinya akan verifikasi. Jika memenuhi syarat akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan. Seperti pada bantuan dari APBD Pemprov Jateng yang semula hanya 6.661 KPM setelah ada perbaikan bertambah menjadi 7.667 KPM.

“Untuk tahap ketiga juga akan dilakukan berivikasi ulang,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

 

BERITA LAINNYA