Take a fresh look at your lifestyle.

Banyak Remaja Menderita Permasalahan Gizi

22

SLAWI, smpantura.com – Banyak remaja memasuki tahap perkembangan yang penting, dalam kondisi menderita permasalahan gizi seperti stunting, anemia dan juga defisiensi zat gizi mikro lainnya. Hal ini menjadi perhatian khusus sejumlah pihak.

Demi meningkatkan literasi gizi dan kesehatan remaja melalui edukasi sekolah, empat kementerian yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri sepakat untuk melakukan intervensi melalui jalur Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M).

Melalui kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip dengan UNICEF telah diadakan Orientasi Fasilitator Program Gizi Remaja bagi Tim Penggerak (TP) UKS/M Tingkat Kabupaten Terpilih termasuk Kabupaten Tegal yang telah dilaksanakan pada tanggal 24-26 Agustus 2021lalu.

Menindak lanjuti kegiatan tersebut, Dinkes Kabupaten Tegal melaksanakan kegiatan Orientasi Fasilitator Guru Program Gizi Remaja untuk Program Sekolah/Madrasah Sehat di Kabupaten Tegal pada tanggal 7 hingga 9 Oktober 2021 di Gedung muslimat NU Slawi.

Acara dibuka oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji, M.Kes dan dihadiri oleh Koordinator Program Kerjasama LPPM Universitas Diponegoro dengan UNICEF Sutopo Patria Jati beserta fasilitator Sekolah/Madrasah Sehat kerjasama lintas sektor diantaranya dari Bappeda dan Litbang, Disdik dan Kemenag.

“Kegiatan ini salah satu upaya dalam memutus rantai terjadinya balita stunting yaitu dengan pendidikan kesehatan gizi pada remaja khususnya remaja putri dengan menghimbau untuk selalu rajin minum tablet tambah darah (TTD),”tutur Hendadi.

Dengan rajin minum tablet tambahdarah, diharapkan remaja putri terhindar dari anemia dan mempersiapkan reproduksi yang sehat dalam memasuki jenjang kehidupan selanjutnya sehingga melahirkan anak-anak sebagai sumber daya manusia yang berkualitas terhindar dari bayi berat lahir rendah (BBLR), gizi buruk dan stunting.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Bidang Penyedia Layanan Kesehatan untuk Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya kesehatan Perorangan, Sairuroh menuturkan, tujuan diadakannya kegiatan ini antara lain, memperkenalkan tujuan, strategi dan langkah implementasi program gizi remaja untuk Sekolah/Madrasah Sehat kepada guru sekolah.
Selain itu, guna meningkatkan kapasitas fasilitator guru TP UKS/M di tingkat sekolah mengenai isu gizi dan kesehatan remaja dan memberikan peningkatan kemampuan fasilitasi partisipatif dan peran guru dalam menyampaikan edukasi gizi dan kesehatan pada peserta didik.

“Diharapkan guru yang dilatih dapat menyampaikan serta menerapkan topik kesehatan, gizi remaja dan masalah sosial remaja kepada peserta didik SMP/SMA yang sederajat dengan metode atau pendekatan andragogi yang dapat sekaligus mengembangkan kecakapan psikososial peserta didik termasuk untuk mensejahterakan peserta didik, mendorong dan menumbuhkembangkan perilaku hidup bersih dan sehat peserta didik,”jelas Sairuroh.

Turut dalam kegiatan tersebut 40 guru UKS/Kesiswaan dari 18 kecamatan di Kabupaten Tegal. Adapun materi yang disampaikan, diantaranya Program Gizi Remaja di dalam UKS/M dan Sekolah/ Madrasah Sehat , Pemberian Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri , Pendidikan Gizi (Anemia dan Zat Gizi, Perilaku Makan Sehat dan Kantion Sekolah), Label Makanan dan Minuman, Kekerasan dan Cedera.

(T04-red)

BERITA LAINNYA