Take a fresh look at your lifestyle.

Banyak Pedagang Berjualan, Penutupan Pasar Trayeman Ditunda Sehari

Pedagang Positif Covid-19 Masih Nekad Berjualan

90

SLAWI– Penutupan Pasar Trayeman , Slawi, ditunda sehari dari rencana semula mulai Jumat (18/9) hingga Minggu (20/9) menjadi mulai Sabtu (19/9) hingga Senin (21/9).

Kebijakan penundaan dilakukan Pemkab Tegal, karena pada Jumat (18/9) masih banyak pedagang yang berangkat berjualan.

Bupati Tegal, Umi Azizah selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal turun langsung mensosialisasikan rencana penutupan pasar tersebut, Jumat (18/9) pukul 08.00.

Dididampingi staf ahli bupati , jajaran Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM serta Satpol PP, Umi Azizah mengumumkan penutupan pasar dengan mengunakan pengeras suara di posko Pasar Trayeman.

MENEGUR: Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Tegal Suspriyanti menegur pedagang yang tidak memakai masker saat mensosialisasikan penutupan Pasar Trayeman kepada pedagang di pasar tersebut, Jumat (18/9).(smpantura.com)

“Karena banyak pedagang yang terlanjur berjualan pagi itu, maka Pemkab memberikan toleransi, dan mengundur penutupan pasar selama sehari. Pasar akan tiga hari mulai Sabtu (19/9) hingga Senin (21/9).Selama tiga hari ditutup, pasar  akan disemprot disinfektan,”terang Umi.

Sesuai penjelasan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Joko Wantoro,  penutupan pasar guna mencegah penularan Covid-19 di tempat itu. Pasalnya, dua pedagang  diketahui positif Covid-19. Yakni, perempuan berinisial T, asal Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru dan laki-laki R (69) warga Jatibarang, Kabupaten Brebes.

Kedua pedagang itu mengikuti tes swab massal yang dilakukan Dinas Kesehatan pada Selasa (8/9) dan Rabu (9/9) lalu. Pada saat itu, Dinkes melakukan tes swab terhadap 69 orang, terdiri atas petugas  pasar, pengunjung dan pedagang.

Pemeriksaan tersebut tindak lanjut dari temuan tiga kasus konfirmasi sebelumnya, yakni T (85) , RH (50) dan K (63), warga Kabupaten Tegal yang juga berprofesi sebagai pedagang di Pasar Trayeman.

Dalam kesempatan tersebut, Umi sekaligus mensosialisasikan Peraturan Bupati Nomor 62 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Tegal.

Perbup tersebut merupakan tindak lanjut dari terbitnya Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Sesuai Perbup Nomor 62 Tahun 2020, pelanggar protokol kesehatan baik perorangan maupun pelaku usaha, akan dikenai sanksi administratif berupa teguran, kerja sosial dan denda administratif Bahkan untuk pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum, sanksi yang dikenakan hingga penghentian sementara operasional usaha hingga pencabutan izin usaha.

“Sanksi bagi perorangan yang tidak menerapkan protokol kesehatan, disamping diberi sanksi kerja sosial juga sanksi denda sebesar Rp 10.000. Bagi pelaku usaha diberikan sesuai tingkatannya, Rp 50.000, Rp 200.000, Rp 500.000 dan usaha besar Rp 1 juta,”jelas Umi Azizah.

Umi berharap, informasi penerapan sanksi denda ini dapat disampaikan kepada keluarga maupun warga sekitar di lingkungan tempat tinggal para pedagang maupun pembeli.

“Penerapan protokol kesehatan ini kita terapkan secara ketat, demi menjaga kesehatan, keselamatan seluruh warga Kabupaten Tegal. Jumlah kasus positif Covid-19 telah mencapai 140 orang,”tutur Umi.

MASIH BERJUALAN

Ironisnya, meski telah diketahui positif Covid-19 sejak beberapa hari lalu, pagi itu, R diketahui masih berjualan di Pasar Trayeman. Guna mencegah terjadinya penularan virus, R diminta segera pulang dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

“Kami menginginkan masyarakat tetap produktif tetapi aman dari penularan Covid-19. Hanya saja, dalam prakteknya masih banyak yang membandel, tidak menerapkan protokol kesehatan,”tutur Umi .

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, Suspriyanti saat blusukan ke dalam pasar mensosialisasikan rencana penutupan pasar, mendapati beberapa  pedagang yang tidak memakai masker. Hal ini membuat dirinya prihatin. Karena meski sudah ada beberapa pedagang yang terpapar Covid-19, pedagang di pasar tersebut masih abai untuk memakai masker.

Sementara itu, terkait penutupan pasar selama tiga hari ke depan, Komisah (46) pedagang sayur dari Desa Bedug mengatakan, dirinya akan menuruti perintah pemerintah untuk tutup tiga hari.

Hal ini juga disampaikan pembeli sayur, Mulyasaroh (70) dari Tembok Luwung. Demi keselamatan diri dan keluarganya, dia mengaku selama tiga hari kedepan  tidak akan ke Pasar Trayeman. “Saya jualan sayur di rumah. Sementara tiga hari ke depan, saya tidak datang ke pasar untuk kulakan,”sebutnya. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA