Take a fresh look at your lifestyle.

Banyak Dicari, Harga Jahe Meroket Hingga Rp 50.000/Kg

189

SLAWI- Jahe, temulawak dan kunyit kini banyak diburu  masyarakat. Tingginya permintaan  terhadap tumbuhan   rimpang  atau empon-empon ini dirasakan pedagang setelah ada kabar yang menyebutkan empon-empon bisa menangkal virus korona.

Sukartini (57) pedagang bumbu di Pasar Trayeman , Slawi, Kabupaten Tegal mengatakan,  banyaknya permintaan terhadap jahe, temulawak dan kunyit mengakibatkan harga tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan dan jamu  menjadi meroket.

“Sejak Sabtu (7/3) lalu harga jahe terus meningkat. Dari harga biasanya Rp 35.000 per kilogram, naikmenjadi Rp 40.000  , kemudian Rp 45.000 dan sekarang sudah mencapai Rp 50.000 per kilogram,”tutur Sukartini, Selasa (10/3).

Menurutnya, saat ini pasokan empon-empon sangat terbatas. Hal ini karena tumbuhan rimpang itu banyak dicari pedagang untuk dijual ke Jakarta.

“Dari kabar yang saya terima,di Jakarta harga  jahe merah bisa mencapai Rp 70.000 per kilogram,”imbuhnya.

Sama seperti jahe, harga temulawak dan kunyit putih juga ikut meroket. Temulawak yang biasa  dijual Rp 5.000/kg, saat ini naik menjadi RP 10.000/kg sampai Rp 12.000/kg. Kunyit putih yang biasanya dijual dengan harga Rp 10.000/kg  kini mencapai Rp 14.000/kg.

Dengan meningkatnya minat konsumen terhadap empon-empon, omzet  pedagang pun bertambah.

Sukartini mengatakan, biasanya dia menjual satu karung jahe dalam seminggu, saat ini satu karung bisa habisa dalam waktu dua hingga empat hari. Satu karung jahe yang dia beli biasanya berisi  45 sampai 50 kg jahe.

Sementara itu, Tri Siwi (45) warga Kudaile menyebutkan, secara rutin dia mengonsumsi air jahe. Menurutnya, jahe memiliki sejumlah khasiat untuk kesehatan tubuh. Seperti meredakan mual, nyeri, pusing , juga berkhasiat memperkuat imunitas tubuh dan meredam stres.

“Biasanya jahe digeprek lalu diberi air mendidih. Setelah itu siap diminum ,”sebutnya. (Sari/Red-06)

 

 

BERITA LAINNYA