Take a fresh look at your lifestyle.

Bantuan untuk Keluarga Miskin, Habib Ali : Tidak Boleh Disunat

203

TEGAL – Kritikan tegas diberikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Habib Ali Zaenal Abidin dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kota Tegal saat membahas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Kebangetan, jika bantuan-bantuan untuk keluarga tidak mampu masih dipotong. Termasuk sembako gratis yang dibagi senilai Rp 110.000,” tegasnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu meminta kepada Pemkot, untuk membelanjakan anggaran sesuai dengan kebutuhan. Bantuan bagi warga miskin yang terdampak Covid-19 harus sesuai dengan nominal yang diberikan.

Termasuk pula program-program pendidikan dan kesehatam dari Pemerintah Pusat. Seperti diantaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pihaknya menginginkan tak ada oknum yang memanfaatkan program tersebut.

“Bantuan KIS dan KIP di Kota Tegal harus tepat sasaran. Penerima bantuan ini harus betul-betul keluarga yang tidak mampu. Jangan sampai pilah-pilih dia partainya apa,” tandasnya meyakinkan.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Ali menyatakan kecewa, lantaran guru swasta baik itu guru mengaji, guru TPQ maupun guru Pondok Pesantren (Ponpes) yang diusulkan belum bisa mendapat bantuan gelombang pertama.

Mereka, sambung Habi Ali, baru akan mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa sembako pada periode kedua di bulan Mei 2020. Padahal, pihaknya telah mengusulkan sesuai data lengkap (by name and address.

“Padahal pendapatan mereka tidak ada saat ini, karena SPP siswa bulan ini tidak dibayar. Paling-paling sebulan itu mereka hanya dapat upah Rp 175 ribu. Tetapi mereka justru dicantumkan mendapat bantuan tahap dua. Apalagi ini sudah mendekati bulan Ramadan,” keluhnya. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA