Take a fresh look at your lifestyle.

Bantuan Tak Kunjung Datang, Dua Pasutri Paruh Baya Ini Andalkan Pemberian Tetangga

140

Sambil berpegangan tembok Mbah Wastiah (78) warga Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, menyambut tamu datang dengan berjalan tertatih-tatih untuk duduk bersandar di papan tempat tidur ruang tamu. Badannya yang terlihat seperti hanya tulang berbalut kulit itu lalu ditutupinya dengan sehelai pakaian untuk menghormati tamu. Meski penglihatannya sudah rabun, diapun berusaha menceritakan kesehariannya bertahan hidup selama ini.
Ya, tinggal bersama sang suami yakni Daimun (80), pihaknya hanya mengandalkan pemberian dari tetangga. Hal itu terpaksa dilakukan keduannya karena tubuhnya yang sudah renta atau lanjut usia sudah tidak bisa dipaksakan lagi untuk bekerja.
Dia menceritakan, jika sebelumnya atau pada hari-hari biasa, terkadang sesekali seorang anaknya menengok dan mengirimi makanan. Namun seiring perkembangan covid19 ini anaknya tidak lagi berkunjung dan memberikan makanan, karena untuk mencukupi kebutuhan keluargannya sendiri saja sudah pas-pasan.


Tidak berhenti di situ, kesedihannya bertambah lantaran bantuan yang ditunggunya selama ini dari pemerintah hingga kini belum datang, serta melihat kondisi tetangganya juga kini mengalami masa sulit dimana sudah tidak lagi bekerja dan mendapatkan uang seperti biasanya. Meski sudah terdaftar bakal menerima bantuan dari pemerintah pusat, namun untuk kebutuhan makan sehari-hari saja dirinya kebingungan. Apalagi, program penjaringan sesuai aturan memang tidak bisa mendapatkan jatah dari daerah dan bantuan dari pusat sendiri entah kapan datangnya.


Menyikapi hal itu, Mantan Bupati Pekalongan Amat Antono langsung turun ke lokasi untuk meninjau keduannya yang menempati rumah sangat sederhana, tanpa makanan dan barang berharga lainnya. “Saya memang bukan pejabat, ini hanya rasa kemanusiaan saja. Untuk meringankan beban, sembari menunggu bantuan dari pihak terkait datang, saya memberikan sembako dan sedikit uang lauk. Meski nilainya tidak seberapa tapi setidaknya bisa sedikit membantu,” katanya didampingi sang istri Arini Harimurti yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan.
Ia mengatakan, selama puasa Ramadhan sebagian waktunya dihabiskan untuk menyisir warga yang membutuhkan. Dirinya juga mengaku sangat prihatin atas kondisi yang terjadi di masyarakat dengan adanya pendemi covid19.
“Mudah-mudahan pendemi global ini segera berakhir agar masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala,” tuturnya.
Pada kesempatan itu pula, Amat Antono bersama sang istri juga memberikan bantuan secara pribadi kepada seorang janda yakni Kastiah (58) yang rumahnya berdekatan dengan Wastiah. (Siti Masithoh/Red11)

BERITA LAINNYA