Take a fresh look at your lifestyle.

Bank Jateng Diminta Bantu Persekat

163

SLAWI – DPRD Kabupaten Tegal meminta perbankan ikut membantu Persatuan Sepakbola Kabupaten Tegal (Persekat) dalam menghadapi kompetisi Liga 2 Nasional pada Maret 2020 mendatang. Terutama, perbankan yang bekerjasama dengan Pemkab Tegal dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Perbankan juga harus berperan dalam pengembangan Persekat. Ini salah satu bentuk kepedulian bank yang sudah mengembangkan usahanya di wilayah Kabupaten Tegal,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni, Jumat (7/2).

Dikatakan, perbankan memiliki kewajiban dalam bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Disinyalir, banyak perusahaan yang belum menyalurkan CSR. Padahal, hal itu wajib bagi seluruh perusahaan.

“Jika pihak perusahaan tidak menjalankannya (CSR) dengan baik maka akan dikenakan sanksi-sanksi,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Lebih lanjut dikatakan, tanggung jawab sosial perusahaan telah diatur dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 juga Peraturan Pemerintah 47 tahun 2012. Sementara itu, dana CSR diatur dalam Pasal 74 UUPT serta Pasal 15 huruf b 25/2007 bahwa setiap perusaan harus menjalankan program CSR dengan baik sesuai peraturan perundang-undangan yang sudah diatur oleh pemerintah.
“Terlebih perusahaan yang ada kerjasama dengan Pemkab Tegal. Seperti Bank Jateng yang rencana mengelola penyaluran ADD dan DD,” katanya.

Adhitya Zulthon Prakosa

Hal yang serupa dikatakan Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Adhitya Zulthon Prakosa. Ia menuturkan, Bank Jateng sebagai pemegang kas daerah harusnya bisa memberikan sumbangsih bagi kemajuan olahraga di Kabupaten Tegal. Terutama, Persekat yang akan mengikuti kompetisi Liga 2 Nasional. Tidak hanya dari dana CSR, tapi juga bisa dari anggaran promosi Bank Jateng. Hal itu sebagai bentuk eksistensi banknya masyarakat Jateng, khususnya di Kabupaten Tegal.

“Kalau saja Bank Jateng bisa memberikan sebagian keuntungan dari penyaluran DD dan ADD, Persekat bisa terus berkiprah,” ujarnya.

Ditambahkan, peran serta masyarakat dalam mengembangkan Persekat sangat dibutuhkan. Terlebih, team kebanggaan masyarakat Kabupaten Tegal sudah berupaya keras dalam mencapai kompetisi yang lebih tinggi. Kerja keras itu harusnya diapresiasi oleh seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tegal.

“Managemen Persekat membuat kaos, menjual beras, dan berbagai terobosan lainnya. Kami berharap ikut berpartisipasi membeli produk yang dikeluarkan Persekat,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA