Take a fresh look at your lifestyle.

Bank Indonesia Tegal Serahkan 1.300 Paket Sembako

96

SLAWI- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal menyerahkan bantuan  berupa 1.300 paket sembako kepada Pemkab Tegal, Jumat (5/6) di Pendapa Amangkurat, Slawi.

Bantuan paket sembako merupakan  Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) diterima langsung oleh Bupati Tegal Umi Azizah yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal dengan disaksikan perwakilan  dari KPw BI Tegal, Staf Ahli Bupati, Ketua Kadin Kabupaten Tegal, serta penerima bantuan dari Forum Hafidz dan Hafidzah  dan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Qudwah Penusupan, Pangkah.

Kepala Unit Pengembangan Ekonomi BI Tegal, Henry Nosih S mengatakan, PSBI ini merupakan program yang dilaksanakan di seluruh Indonesia dan difokuskan untuk penanganan Covid-19. Melalui progam tersebut KPw BI Tegal telah memberikan bantuan berupa  alat pelindung diri (APD) masker non medis dan hazmat, hand sanitizer, dan paket sembako bagi warga terdampak Covid-19. Pihaknya ingin membantu pemerintah dalam upaya menanggulangi wabah Covid-19

“Bantuan sembako senilai Rp 162.500 per paket. Sebanyak 950 paket diserahkan kepada hafidz dan hafidzah, dan kepada Ponpes Darul Qudwah sebanyak 350 paket,”jelasnya.

Henry menyebutkan, sebelumnya BI Tegal  telah menyerahkan bantuan kepada Pemkab Tegal berupa 60 unit APD hazmat, yang dapat dipakai hingga 10 kali tiap APD-nya dan 4.000 masker non medis.

“Selanjutnya kami akan mencermati kantong-kantong yang banyak kasus PDP-nya, yang belum tercover oleh APBD maupun APBN,”jelasnya.

Terkait penyaluran bantuan, Henry mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan perwakilan dari hafidz dan hafidzah, untuk mengumpulkan data nama, alamat, dan NIK penerima bantuan, sehingga diharapkan pembagiannya merata.

“Kali ini kami fokus memberikan bantuan kepada Kabupaten Tegal karena wilayahnya yang luas dan jumlah penduduknya banyak,”imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Tegal, Umi Azizah, mengucapkan terima kasih kepada Kantor Perwakilan BI Tegal atas perhatiannya kepada Pemkab Tegal.

Menurut Umi, koordinasi semacam ini sangat penting, karena Gugus Tugas Covid-19 memiliki tim khusus yang menangani bantuan sosial.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada BI Tegal atas perhatiannya memberikan bantuan.

Untuk pendistribusian bantuan sembako ini, lanjut Umi, Forum Hafidz dan Hafidzah berkoordinasi dengan bagian Kesra Setda Kabupaten Tegal.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal, Muhamad Taufik Amrozy menambahkan, pihaknya menyasar masyarakat yang belum terjangkau atau belum menerima bantuan paket sembako sama sekali dari pemerintah.

Maka pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kota dan kabupaten untuk meminta data dari Kementerian Agama.

Dari data tersebut, ternyata seperti marbot masjid, dan guru TPQ (guru ngaji), yang selama ini belum menerima bantuan sosial dari pemerintah.

“Di Kabupaten Tegal yang terdampak Covid-19 juga banyak, belum lagi perkembangan kasus Covid-19 juga masih banyak, sehingga kami pilih untuk diberikan bantuan sosial berupa paket sembako ini,” imbuhnya.

Pimpinan Ponpes Darul Qudwah, Akhmad Zaini menuturkan, bantuan paket sembako akan diberikan kepada jamaah Ponpes yang membutuhkan sejumlah 350 orang. Jamaah ini belum menerima bantuan sosial apapun dari pemerintah.

“Pembagian bantuannya, sekitar pukul 14.00. Mereka datang ke Ponpes untuk mengambil paket sembako. Pengambilan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak,” pungkasnya.

Akhmad Zaini mengatakan, untuk santri Ponpes Darul Qudwah selama pandemi Covid-19 belajar di rumah. Para santri akan kembali ke pondok pesantren mulai Minggu (7/6). Jumlah santri yang mukim lebih dari 100 orang

“Sebelum mereka masuk ke pondok, pondok dibersihkan dulu. Kami sudah komunikasi  dengan Puskesmas,”sebutnya. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA