Take a fresh look at your lifestyle.

Bangunan Diduga Candi Hindu Ditemukan di Galuhtimur

131

BUMIAYU –  Beberapa bagian bangunan diduga merupakan candi peninggalan masa Hindu ditemukan di Dukuh Kalipucung, Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Brebes.

Saat ini, warga sedang melakukan ekskavasi untuk menyelamatkan peninggalan sejarah tersebut. Dari pantauan Kamis (18/7) kemarin, lokasi penemuan candi tersebut berada di areal tegakkan hutan jati Perhutani. Lokasi tersebut sudah lama dikenal warga sebagai Candi Gagang Golok. Di lokasi tersebut, warga memasang perimeter pada areal seluas 80 meter persegi. Di dalam perimeter tersebut terdapat kotak-kotak ekskavasi dengan ukuran bervariasi. 

Salah seorang warga, Busyro (57) mengatakan, lokasi penemuan dikenal warga sebagai Candi Gagang Golok. Beberapa batu dan bata kuno di lokasi menjadi rujukan dugaan adanya peninggalan masa Hindu. Ekskavasi sendiri, lanjut Busyro, sudah berlangsung selama lebih kurang 20 hari.”Hasilnya telah ditemukan antara lain berupa arca Dwarapala (patung penjaga gerbang/pintu), kotak sumur berkedalaman 7 meter dan sejumlah umpak (batu tempat penyangga tiang bangunan),” katanya 

Staf BPCB Jateng mendata temuan sejumlah bangunan yang diduga candi masa Hindu .
Foto : SMPantura.com/ Teguh Tribowo

Menurut Busyro, ekskavasi dilakukan warga yang tergabung dalam tim pencari sejarah Galuhtimur. Tujuannya untuk menyelamatkan bangunan peninggalan sejarah tersebut.”Kegiatan ini diketahui masyarakat dan desa,” katanya. Diharapkan, bangunan candi tersebut bisa membawa kemajuan desa yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.”Tidak ada maksud yang lainnya,” kata dia.   

MASA HINDU
Sementara itu, tiga orang staf Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah yang kemarin berkunjung ke lokasi belum berani menyimpulkan secara pasti bangunan yang ditemukan warga tersebut. Ketiganya yaitu Harun Alrosyid, Deny Wahyu Hidayat dan Wahyu Kristanto tersebut berkunjung berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.”Dugaan sementara candi peninggalan masa Hindu. Untuk pastinya harus dilakukan penelitian mendalam,” kata Deny Wahyu Hidayat. 

Harun Alrosyid menambahkan, berdasarkan inventarisasi sementara, bagian bangunan yang ditemukan adalah fragmen arca, batu, bata, kotak sumur dan umpak.”Penemuan baru ini akan dilaporkan ke pimpinan untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya. 

Harun juga meminta dan berharap kepada warga untuk menghentikan sementara kegiatan ekskavasi. Sebab dikawatirkan benda peninggalan sejarah tersebut rusak.”Tujuan warga baik, untuk penyelamatan. Tapi ekskavasi harus ada tim ahli yang mendampingi. Tadi kita lihat kan banyak yang rusak. Eman-eman (sayang-red),” ujarnya.

(Teguh Tribowo/ red38)

BERITA LAINNYA