Take a fresh look at your lifestyle.

Bakti Sosial, Anak Punk Blusukan ke Ponpes

137

BREBES – Anak-anak punk yang identik tubuhnya bertato dan berprilaku ugal-ugalan, mendadak berbaur dengan para santri di Kabupaten Brebes yang prilakunya bertolak belakang. Puluhan anak punk di Kota Bawang, kemarin, terlihat busukan masuk ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Salafi Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Brebes.

Anak-anak punk ini datang ke Ponpes untuk melaksanakan giat bakti sosial. Bersama para personel grup band Marginal, para anak punk yang tergabung dalam komunitas Boot Brother Brebes itu, melakukan pembagian santunan bagi anak yatim yang menjadi santri di Ponpes Al Falah Salafi.

Dalam kegiatan itu, mereka pun terlihat sangat akrab dengan para santri. Bahkan, bernyanyi bersama seperti tidak mempunyai perbedaan kehidupan. Tak jarang juga, para santri yang meminta foto bersama dengan personel grup band Marginal, yang indentik dengan musik anak punk tersebut.

Puluhan anak yatim yang menjadi santri Ponpes Al Falah Salafi mendapat santunan dalam bakti sosial tersebut. Menurut Vokalis Grup Band Marginal, Mike, punk itu mempunyai arti mandiri menjadi diri sendiri dan semaksimal mungkin, agar bermanfaat bagi lingkungkan dan sesama. Itu menjadikan bukti, anak-anak punk juga sebagai mahluk sosial. “Kegiatan sosial yang kami lakukan ini sebenarnya merupakab penerapab dari arti punk itu sendiri. Dimana, kita berada juga semaksinal mungkin bermanfaat bagi lingkungan, bisa saling berbagai sebagai bagian dari mahluk sosial,” ungkap pria yang mempunyai nama asli M Isroil ini.

Pengasuh Ponpes Al Falah Salafi, Abud Abdad mengatakan, pihaknya merespon positif apa yang dilaksanakan personel grup band Marginal bersama anak punk di Brebes. Kegiatan yang mereka lakukan sangat positif. Apalagi, masyarakat masih banyak yang tidak tahun dan berpikiran negatif saat mendengar anak punk atau grup band Marginal. “Namun setelah mengenal, dan kita mendapat penjelasan justru sebaliknya,” ujar dia.

(Setiawan/ red2)

BERITA LAINNYA