Take a fresh look at your lifestyle.

Bahayakan Jalan, Galian C di Sungai Cilakar Dihentikan

144

BUMIAYU– Aktivitas penambangan pasir di Sungai Cilakar, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, dihentikan. Selain tak berizin, ekploitasi material sungai di lokasi itu membahayakan jalan provinsi ruas Bumiayu-Salem.

Penertiban pada Senin (19/8) dilakukan oleh tim gabungan kecamatan dari unsur Polsek, Koramil, Satpol PP dan pemerintah desa setempat.”Jadi ada laporan masyarakat terkait penambangan galian C itu. Kita cek, dan ternyata betul. Belum berizin dan membahayakan jalan sehingga kita tertibkan. Dihentikan,” kata Camat Bantarkawung Eko Supriyanto.

Dijelaskan camat, penambangan di Sungai Cilakar masih bersifat manual. Namun demikian, tetap saja membahayakan. Apalagi jarak bibir tebing sungai dengan badan jalan hanya tiga meter dengan kondisi tanah sudah retak retak.”Aktivitas penggalian pasir yang dilakukan penambang dikhawatirkan memperparah kerusakan tebing, terutama saat musim penghujan nanti,” katanya.

Informasi diperoleh, penambangan di Sungai Cilakar belum begitu lama. Menurut pendataan pemerintah desa setempat, para penambangnya berjumlah 10 orang yang merupakan warga sekitar. Lalu apa solusi bagi para penambang? Menurut camat setiap warga bisa membuka kegiatan usaha galian C sepanjang memenuhi persyaratan perizinan.”Nanti kan diatur mana lokasi yang boleh ditambang dan mana yang tidak boleh,” ujarnya.

Ketua LSM Penyelamat Tanah Air Lingkungan dan Daerah Aliran Sungai (Patal DAS) M Jamil mengapresiasi forum pimpinan kecamatan Bantarkawung yang merespon positif laporan masyarakat dengan melakukan penertiban. Pihaknya berharap langkah penertiban galian C diikuti dengan penanganan tebing sungai yang kritis. Sebab saat ini, jarak antara bibir tebing dengan jalan utama Bumiayu-Salem tidak lebih dari 3 meter.(Teguh Tribowo/Red38)

BERITA LAINNYA