Take a fresh look at your lifestyle.

Babi Hutan Serang Warga Dukuhsalam

202

SLAWI – Hingga kemarin, warga Dukuhsalam, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, masih was-was terhadap serangan babi hutan yang terjadi pada Rabu (31/7) pukul 14.30. Kondisi itu membuat Pemerintah Desa Dukuhsalam mendatangkan tim khusus untuk memburu babi hutan atau warga menyebutnya celeng.

 

Informasi di lapangan, kemunculan celeng menggemparkan warga Dukuhsalam. Hewan buas itu muncul dari semak-semak lahan ilalang sebelah bantaran Sungai Gung, Desa Dukuhsalam. Keberadaan babi hutan itu kali pertama diketahui seorang petani yang tengah memanen tebu. Sontak, petani itu memburu dan meminta tolong warga sekitar.

 

“Karena dikejar, kawanan celeng itu pun masuk pemukiman warga. Ada sekitar dua ekor celeng yang masuk ke pemukiman warga,” kata warga RT 1 RW 4 Dukuhsalam, Pristianto (35).

 

Pristianto menceritakan, satu di antara celeng tersebut berhasil dibinasakan oleh sekolompok warga pemburu babi hutan asal Kecamatan Kedungbanteng. Dengan mengerahkan empat ekor anjing dan beberapa tombak, kata dia, celeng tersebut berhasil dibunuh saat masuk ke pemukiman warga RT 1 RW 2 Dukuhsalam.

 

“Ada dua celeng yang masuk. Tapi satunya lagi berhasil kabur kembali ke semak-semak. Kita saat ini sedang waspada karena musim kemarau, celeng rentan muncul,” jelasnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Desa Dukuhsalam, Hadi Suprapto mengaku, pihak desa memang memanggil tim khusus pemburu dari Kecamatan Kedungbanteng untuk membinasakan celeng yang menggegerkan warga. Tim pemburu yang terdiri dari lima orang tersebut masing-masing membawa tombak bambu dengan dibantu empat ekor anjing.

 

Hadi juga menyebut bahwa warga Desa Dukuhsalam sudah tiga kali diteror dan diserang oleh kawanan babi hutan. Kemunculan babi hutan, kata Hadi, biasa terjadi saat musim kemarau dan panen tebu, sehingga berani ke kawasan pemukiman warga.

 

“Kami saat ini sangat waspada. Dua tahun lalu ada warga kami yang meninggal dunia karena diserang celeng. Semoga kejadian serupa tidak lagi menimpa warga Dukuhsalam,” harapnya.(Wiwit/red64)

BERITA LAINNYA