Take a fresh look at your lifestyle.

Babi Hutan Ngamuk, Warga Tak Berani Bertani

181

BUMIJAWA – Babi hutan atau warga kerap menyebutnya celeng meneror warga di dua kecamatan, yakni Bumijawa dan Margasari, Kabupaten Tegal, akhir-akhir ini. Teror babi hutan itu dilakukan saat mencari makan di perumahan warga. Kawanan celeng itu kerap mengamuk dan merusak lahan pertanian.

Kawanan celeng itu masuk ke permukiman penduduk di Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa dan Desa Jembayat Kecamatan Margasari. Dua desa yang berdekatan dengan hutan tersebut, beberapa kali didatangi hewan tersebut. Tidak sedikit warga yang melihat binatang celeng itu turun dari hutan yang biasanya terjadi pada sore hari.

“Mungkin karena sekarang musim kemarau, sehingga mereka turun ke permukiman untuk mencari makanan,” kata warga Cempaka, Abduk Khayyi yang sebelumnya menjabat Kades Cempaka.

Ia mengatakan, selama dua tahun terakhir, jumlah babi hutan yang turun ke lahan pertanian dan permukiman warga semakin banyak. Dia menduga, persediaan makanan dan air di hutan sudah habis. Menurut Khayyi, keberadaan babi hutan itu membuat perekonomian warga terganggu. Sebab warga tidak bisa lagi memanfaatkan tanah Perhutani untuk ditanami jagung, singkong, dan kacang karena mereka cemas.

“Warga yang biasanya bertani di lahan Perhutani jadi takut. Padahal dengan menggarap lahan perhutani, perekonomian warga bisa meningkat,” ucapnya.

Apalagi, lanjut Khayyi, babi hutan yang berkeliaran sudah pernah menyerang dua warga pada Oktober 2018. Mereka yang diserang merupakan warga Desa Cempaka dan Desa Gunungagung, Kecamatan Bumijawa. Keduanya diserang seekor babi hutan hingga terluka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

“Menurut warga, kalau malam babi hutan juga masuk ke permukiman warga. Tapi karena sudah sepi, tidak ada warga yang diserang,” ujarnya.

Khayyi yang juga Ketua SAR Kecamatan Bumijawa berharap instansi terkait mengambil langkah agar babi hutan tak lagi berkeliaran dan membahayakan warga. “Kami berharap instansi terkait bisa ikut membantu membasmi babi hutan,” harapnya. (Wiwit/red05)

BERITA LAINNYA