Take a fresh look at your lifestyle.

Atasi Sulit Air, Pagenteran Berdayakan Badan Usaha Desa

121

PEMALANG – Kepala Desa Pagenteran, Kecamatan Pulosari, Suwanto memberdayakan Badan Usaha Milik Desa untuk mengatasi sulit air yang melanda desanya setiap masuk musim kemarau.

“Dari dulu masalahnya kalau kemarau adalah sulit air, warga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk beli air yang jumlahnya tidak sedikit,”kata Kepala Desa saat menyambut kedatangan truk tangki PDAM yang mengangkut air bersih bantuan Suara Merdeka-Luwak White Coffie, belum lama ini.

Kades menegaskan tidak akan membiarkan warganya berlama-lama menderita sulit air.”Tahun ini kami realisasikan program lolos dari sulit air lewat Badan Usaha Milik Desa,”ujarnya.

Program yang digagas, kata dia, adalah mengalokasikan dana untuk membeli truk tangki air. Selanjutnya truk tangki menyalurkan air ke warga dengan harga murah. Hasil penjualan selanjutnya untuk operasional dan perawatan kendaraan serta kegiatan Badan Usaha Milik Desa. Kades optimistis program tersebut bisa mengatasi krisis air bersih di sana, minimal warga bisa mendapatkan air bersih dengan harga murah atau hanya dengan iuran yang tidak memberatkan. Desa Pagenteran selama ini mengalami sulit air lantaran di sana tidak terdapat mata air.

Untuk mendapatkan air ketika musim kemarau warga membeli air yang airnya diambil dari sumber air Karangsari, Kecamatan Pulosari atau Banyumudal, Kecamatan Moga. Di desa tersebut sulit dibangun sumur kalaupun bisa dibangun airnya hanya ada ketika musim penghujan. Ketika masuk kemarau air sumur mengering. Adapun kalau musim penghujan warga mengonsumsi air hujan untuk masak, minum, mencuci dan mandi. Mereka memiliki tandon-tandon untuk menampung air hujan dari atap rumah.

(Ali/ red38)

BERITA LAINNYA