Take a fresh look at your lifestyle.

Atasi Korona, Perawat Diusulkan Dapat Insentif

162

PEMALANG – Untuk mengatasi wabah korona di Kabupaten Pemalang perawat yang bertugas diusulkan untuk mendapatkan insentif atau penghasilan tambahan. Usulan disampaikan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pemalang kepada Ketua DPRD, Agus Sukoco, saat peletakkan batu pertama pembangunan gedung PPNI di Jl DI Panjaitan, Kecamatan Pemalang.

“Tugas perawat dan tenaga medis lainnya sagat berat dalam mengatasi wabah korona, mereka rawan terpapar korona dalam menjalankan tugas,insentif ini akan menambah semangat mereka saat bertugas,”kata Tarno.

Insentif yang dia maksudkan adalah tunjangan kesejahteraan bagi perawat di luar tunjangan jasa pelayanan (JP). JP selama ini sudah diterima perawat.

Agus Sukoco saat menerima aspirasi ini mengatakan Pemerintah Kabupaten Pemalang sudah melakukan upaya melalui pergeseran anggaran dalam mengatasi wabah korona.”Kemarin dalam sidang disepakati sekitar Rp 18,3 miliar untuk mengatasi korona namun belum termasuk insentif untuk tenaga medis termasuk perawat,”kata Agus.

Padahal dalam pergeseran anggaran ada beberapa kegiatan di DPRD antara lain kunjungan-kunjungan dan rapat-rapat yang ditiadakan. Anggaran untuk kegiatan yang ditiadakan itu mencapai sebanyak lebih kurang Rp 2,5 miliar.

“Masih bisa kita tampung usulan insentif untuk mereka dari anggaran yang Rp 2,5 miliar itu,”tegas Agus.

Semetara itu berkaitan dengan pembangunann gedung PPNI menurut Agus kegiatannya bukan dari dana APBD melainkan dari anggota PPNI oleh dan untuk anggota. Gedung kata dia sebagai sarana untuk berkumpul berdiskusi dalam rangka memajukan Pemalang dalam bidang kesehatan. Perawat kata dia penting untuk memeiliki gedung sebab dia adalah pahlawan kemanusian yang berada di garda terdepan dalam perang melawan korona.

Gedung dibangun di atas tanah seluas 920 meter persegi dengan ukuran bangunan 30×20 meter erdiri atas dua lantai dan enam ruko untuk kegiatan bisnis bagi anggota. Dari pengelolaan gedung nantinya akan menjadi pemasukan pendapatan untuk operasional PPNI. Pembanguan gedung menelan anggaran Rp 2 miliar lebih diperoleh secara bertahap dari iuran anggota. Satu anggota kebagian iuran Rp 2,4 juta yang dicicil selama empat tahun atau Rp 50 ribu/bulan.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA